26 April 2026
AA1xaXCP.jpg

Bukalapak Melanjutkan Aksi Buyback Saham dengan Nilai Besar

PT Bukalapak Tbk (BUKA) kembali mengumumkan rencana untuk melanjutkan aksi pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal sebesar Rp 420,79 miliar. Aksi ini akan dilakukan secara bertahap maupun sekaligus, dengan tenggat waktu terakhir pada 29 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah masih adanya sisa dana dari program buyback sebelumnya yang berlangsung antara 7 Juli 2025 hingga 6 Oktober 2025.

Manajemen BUKA menyatakan bahwa jumlah total nilai buyback saham yang direncanakan mencapai Rp 420,79 miliar. Angka ini berasal dari dana yang telah dialokasikan dalam program buyback sebelumnya, sesuai dengan keterbukaan informasi yang dirilis pada 3 Juli 2025. Dengan demikian, perusahaan tetap memastikan bahwa penggunaan dana tersebut dilakukan secara optimal dan sesuai regulasi.

Sebagai bagian dari proses pelaksanaan buyback, BUKA tidak perlu memperoleh persetujuan lebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini didasarkan pada Pasal 7 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13/2023 dan Surat OJK No. S-102/2025. Dengan kebijakan ini, perusahaan dapat lebih fleksibel dalam menjalankan aksi korporasi tanpa harus menunggu proses formal yang panjang.

Manajemen BUKA juga menegaskan bahwa aksi buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja operasional dan pendapatan perusahaan. Saat ini, Bukalapak memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk menjalankan program buyback tanpa mengganggu operasional inti bisnis. Selain itu, perusahaan juga memastikan bahwa semua batasan maksimum yang diperkenankan dalam pelaksanaan buyback dipatuhi. Batasan tersebut merujuk pada Pasal 8 POJK 13/2023 dan Pasal 14 POJK 29/2023, serta jumlah saham yang beredar yang harus dipenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Performa Saham BUKA di Pasar Modal

Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (23/10), saham BUKA menguat sebesar 7 poin atau 4,32 persen, berada di posisi 169. Sejak awal tahun 2025, atau secara year to date (ytd), saham BUKA tercatat naik sebesar 44 poin atau 35,20 persen, menunjukkan kinerja positif di pasar modal.

Selama semester pertama tahun 2025, Bukalapak berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 464 miliar. Ini menjadi angka yang sangat signifikan karena sebelumnya, perusahaan sempat mengalami kerugian bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan yang dicatatkan mencapai Rp 3,08 triliun, meningkat sebesar 27,95 persen year on year (yoy) dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp 2,41 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan pendapatan ini berasal dari berbagai lini bisnis yang dimiliki oleh Bukalapak. Pendapatan gaming menyumbang sebesar Rp 2,46 triliun, sedangkan pendapatan online to offline mencapai Rp 439 miliar. Lini ritel juga memberikan kontribusi sebesar Rp 160 miliar, dan pendapatan investasi sebesar Rp 25,2 miliar. Dengan kombinasi pendapatan dari berbagai sektor, Bukalapak menunjukkan kemampuan untuk terus berkembang dan memperkuat posisinya di pasar.

Dengan langkah-langkah strategis seperti buyback saham dan kinerja finansial yang stabil, Bukalapak semakin memperkuat daya tariknya sebagai salah satu perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *