21 April 2026
AA1P4SRa.jpg

Pertarungan yang Menghadirkan Legenda dan Petarung Muda

Dalam pertandingan besar di ONE 173, yang akan berlangsung pada 16 November mendatang di Ariake Arena, Tokyo, Jepang, Nong-O Hama, mantan juara kelas bantam Muay Thai ONE Championship, akan menghadapi tantangan terberat dalam karier profesionalnya. Ia akan melawan Rodtang Jitmuangnon, seorang petarung yang dikenal dengan kekuatan rahang baja dan ketahanan luar biasa.

Nong-O, yang berusia 38 tahun, memilih untuk mencoba sesuatu yang hampir mustahil: mengalahkan Rodtang, yang dikenal sebagai “Iron Man” dalam dunia Muay Thai. Selama lebih dari 300 pertandingan, Rahang baja Rodtang telah menjadi mitos yang sulit untuk dikalahkan. Namun, Nong-O percaya bahwa dirinya bisa menjadi orang yang memecahkan mitos tersebut.

“Mencetak KO dalam laga ini akan sangat menantang. Jadi, saya ingin menang lewat poin,” ujarnya. “Namun, jika ada timing yang bagus, saya akan benar-benar mengejar kemenangan KO karena saya sudah mempersiapkan banyak bentuk serangan.”

Kepercayaan pada Kemampuan Lawan

Nong-O tidak hanya melihat Rodtang sebagai petarung tangguh, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki IQ bertarung tinggi. Menurutnya, Rodtang bukan hanya agresif, tetapi juga seorang ahli taktik yang cerdas. Ia mengakui bahwa senjata utama Rodtang adalah tinju yang mampu memberikan KO.

“Rodtang punya senjata hebat dan bisa membuat penonton bersorak,” kata Nong-O. Ia mengakui bahwa ia tidak melihat kelemahan apa pun dari lawannya. Kekuatannya, kondisi fisik, IQ bertarung, dan kemampuan teknis semuanya terasa sempurna.

“Untuk laga mendatang, semuanya soal kecerdasan. Kita akan lihat siapa yang lebih baik dalam berimprovisasi dan siapa yang bisa menangkap timing tepat lebih dulu.”

Dimensi Emosional dalam Laga

Laga ini memiliki dimensi emosional yang kuat karena keduanya kini sama-sama berstatus sebagai ayah. Rodtang baru saja menyambut kelahiran anak pertamanya, Zlatan, pada Juli lalu dan telah menjadi ayah yang penuh dedikasi. Kegembiraan itu memberinya motivasi baru untuk bertarung demi masa depan.

Nong-O memahami perasaan ini karena ia juga memiliki dua putra yang menginspirasinya. Ia mengatakan bahwa sebagai seorang ayah, seseorang ingin menunjukkan kepada anaknya bahwa ia bisa melakukan hal-hal besar.

“Jadi, hal itu bisa menjadi faktor. Rodtang sekarang adalah seorang ayah. Saya juga seorang ayah. Jadi, motivasi itu bisa dipahami.”

Harapan untuk Pertandingan yang Menghibur

Dengan Rodtang diberi kesempatan kembali merebut sabuk yang pernah dia pegang selama 5 tahun, Nong-O mengharapkan versi lebih berbahaya dari The Iron Man. Namun, sang veteran tidak gentar dan siap memberikan penampilan tak terlupakan bagi penggemar di Ariake Arena.

“Ikuti pertandingan ini, saya pikir kami berdua bisa membuat laga ini sangat menghibur. Setelah pertarungan ini, jika menang, dia akan jadi legenda,” katanya.

Jika Nong-O berhasil mengalahkan Rodtang, ia ingin mengirim pesan pada semua petarung bahwa usia atau pengalaman bertarung bukanlah penghalang. Semuanya tergantung pada tekad dan semangat kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *