26 April 2026
persiapan-phintraco-jadi-liquidity-provider-5-saham-di-bei

Admin melaporkan bahwa Phintraco Sekuritas sedang mempersiapkan diri untuk menjadi Liquidity Provider bagi 5 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas emiten yang tercatat di bursa dengan likuiditas rendah.

Liquidity Provider adalah lembaga keuangan atau anggota bursa yang disetujui untuk bertindak sebagai maket maker, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar, memperkecil spread atau selisih harga antarsaham, dan memastikan transaksi berjalan lancar dan efisien, terutama pada saham yang kurang aktif.

Pada tahap awal, Phintraco Sekuritas akan menyediakan permintaan beli dan jual pada lima saham, yaitu PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Menurut Ferawati, Direktur Utama Phintraco Sekuritas, persiapan utama dalam penyediaan liquidity provider saham adalah memastikan pemenuhan seluruh ketentuan yang ditetapkan BEI. “Agar pelaksanaan fungsi LP berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan,” ujarnya.

Ferawati juga menambahkan bahwa peran liquidity provider tidak sekadar sebagai kewajiban kuotasi, tapi bagian strategi market deepening atau pendalaman pasar. “Kami melihat emiten-emiten ini memiliki prospek yang baik, namun masih terdapat ruang untuk meningkatkan aktivitas perdagangan,” ujarnya.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan bahwa partisipasi anggota bursa sebagai liquidity provider menjadi elemen penting dalam meningkatkan likuiditas dan kualitas pembentuk harga saham. “Kami berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan likuiditas, khususnya pada saham-saham yang memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal,” ujarnya.

Irvan juga menambahkan bahwa keterlibatan anggota bursa akan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini. “Hal ini juga menjadi bukti komitmen BEI dalam meningkatkan pendalaman pasar,” ujarnya.

Admin juga melaporkan bahwa kebijakan baru ini bisa menambah daya tarik bagi nasabah institusi yang mensyaratkan saham likuid, selain fundamental emiten bagus. Kebijakan ini juga dianggap menguntungkan nasabah atau investor ritel.

Menurut Alfatih, Dewan Pengawas Perkumpulan Analis Efek Indonesia, keberhasilan kebijakan ini ditentukan dari aturan dan pengawasan. “Jangan sampai ada masa likuid, lalu tiba-tiba menjadi tidak likuid, sehingga terkesan menjebak,” katanya.

Admin berharap bahwa kebijakan ini dapat meningkatkan likuiditas dan kualitas pembentuk harga saham, serta meningkatkan minat investor asing dengan pilihan saham yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *