26 April 2026
AA20Q5cp.jpg



Penggunaan teknologi digital dalam berbelanja semakin meningkat di Indonesia. Visa Indonesia, salah satu perusahaan pembayaran global, telah menyiapkan beberapa strategi untuk mempercepat adopsi transaksi digital yang aman dan dapat dipercaya.

Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap penggunaan teknologi digital harus diimbangi dengan perlindungan yang memadai selama proses pembayaran. Ia mengatakan bahwa konsumen kini lebih sadar akan pentingnya keamanan saat melakukan transaksi online.

“Konsumen di Indonesia semakin antusias menggunakan AI dalam berbelanja, namun tetap menginginkan kejelasan dan perlindungan yang kuat saat proses pembayaran,” ujar Vira dalam keterangan resmi.

Visa Indonesia berkomitmen untuk mempercepat adopsi pembayaran digital melalui solusi-solusi inovatif. Salah satunya adalah teknologi tokenisasi digital jaringan, yang digunakan dalam layanan Click to Pay dan autentifikasi tepercaya. Teknologi ini dirancang untuk memastikan keamanan data dan pengalaman pembayaran yang cepat.

Di tengah meningkatnya intensitas transaksi digital, studi YouGov bersama Visa mencatat bahwa 62% konsumen Indonesia kini berbelanja online dua hingga tiga kali per bulan pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan tren yang signifikan terhadap penggunaan e-commerce.

Dari sisi metode pembayaran, sebanyak 78% konsumen menggunakan akun dengan saldo tersimpan. Tingginya angka ini menunjukkan dominasi instrumen pembayaran digital, termasuk dompet digital, dalam ekosistem e-commerce nasional.

Selain itu, kesadaran terhadap keamanan transaksi juga mulai meningkat. Sekitar 34% konsumen telah mengetahui teknologi tokenisasi, yang memungkinkan perlindungan data melalui enkripsi dan mendukung pengalaman pembayaran cepat.

Di sisi lain, sebanyak 82% konsumen telah menggunakan AI untuk membantu pencarian produk, membandingkan harga, hingga melacak pesanan. Angka ini diproyeksikan terus meningkat seiring perkembangan teknologi.

Meski begitu, adopsi transaksi berbasis AI masih menghadapi tantangan. Sekitar 32% konsumen menyatakan terbuka terhadap penggunaan AI untuk pembelian, namun tetap menuntut transparansi, termasuk kejelasan biaya dan konfirmasi sebelum transaksi diselesaikan.

Untuk mendukung perkembangan tersebut, Visa mulai membangun fondasi belanja berbasis AI. Melalui Visa Intelligent Commerce dan Trusted Agent Protocol, Visa menghadirkan sistem yang aman untuk menghubungkan konsumen, AI, dan pedagang.

Strategi ini menjadikan perlindungan konsumen sebagai fokus utama Visa Indonesia di tengah perkembangan teknologi. Dengan inovasi-inovasi yang terus dilakukan, Visa berupaya memberikan pengalaman pembayaran yang aman, cepat, dan nyaman bagi masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *