21 April 2026
AA20QkuQ.jpg

Peringatan Menteri Pertanian terhadap Penanganan Lahan Sawah Terdampak Banjir

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada pemerintah daerah di Sumatra Barat mengenai perlunya percepatan penanganan lahan sawah yang terdampak banjir. Ia menyatakan bahwa anggaran pemulihan yang telah dialokasikan akan ditarik kembali jika tidak segera direalisasikan dengan cepat.

Peringatan ini disampaikan setelah ia melakukan kunjungan ke Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, yang menjadi salah satu wilayah yang paling terkena dampak dari bencana banjir. Dalam kunjungan tersebut, Amran menilai bahwa meskipun anggaran rehabilitasi lahan sawah sudah tersedia sejak awal tahun, realisasi di lapangan masih dinilai kurang optimal.

“Anggaran sudah ada sejak Januari di provinsi. Kami minta provinsi dan kabupaten segera kolaborasi menyelesaikan dalam waktu singkat. Tetapi yang kami lihat di lapangan masih lambat,” ujar Amran dalam keterangan resmi.

Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp455 miliar untuk rehabilitasi sekitar 7.000 hektare lahan sawah yang terdampak di Sumatra Barat. Namun, kendala birokrasi dan koordinasi di tingkat daerah dinilai menjadi penghambat utama dalam proses pencairan anggaran. Meski pencairan dari pusat dilakukan secara cepat, di tingkat bawah masih terjadi proses yang terlalu lama.

“Pusat begitu ada permintaan langsung kami cairkan. Tetapi di bawah ini mungkin masih berproses terlalu lama. Ini yang harus diperbaiki,” kata Amran.

Ia meminta pemerintah daerah untuk mempercepat proses rehabilitasi dan menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan. “Tadi sudah berjanji satu bulan selesai. Kalau tidak serius, bantuan berikutnya saya tarik kembali ke pusat dan kami pindahkan ke daerah yang lebih siap,” tegasnya.

Selain itu, Amran juga menegaskan agar penanggung jawab di lapangan memastikan pekerjaan berjalan hingga tuntas tanpa jeda. “Penanggung jawab jangan pulang sebelum selesai. Ini peringatan terakhir,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Amran juga menyebutkan bahwa aktivitas pemulihan masih terlihat lambat. Bahkan, petani baru mulai menggarap sawah saat kunjungan berlangsung. Ia menegaskan bahwa hal ini tidak boleh terjadi lagi.

“Jangan sampai alat berat turun hanya saat kami datang. Ini tidak boleh terjadi lagi. Kami ini pelayan rakyat dengan tugas memastikan mereka bisa segera kembali tanam dan berproduksi,” ujarnya.

Amran menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen memulihkan seluruh lahan pertanian terdampak sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Insya Allah seluruh sawah rusak menjadi tanggung jawab pemerintah untuk diselesaikan. Tapi daerah juga harus gerak cepat,” katanya.

Untuk mempercepat proses, Kementerian Pertanian mengerahkan bantuan alat dan mesin pertanian serta mendorong koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum dalam perbaikan jaringan irigasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *