Kinerja Moncer Bank Jago di Akhir Kuartal III-2025
PT Bank Jago Tbk (ARTO) menunjukkan kinerja yang sangat mengesankan hingga akhir kuartal III-2025. Pertumbuhan bisnis yang konsisten mencerminkan kekuatan dan stabilitas perusahaan dalam menjalani operasionalnya.
Laba Bersih yang Meningkat Signifikan
Laporan keuangan Bank Jago menunjukkan bahwa laba bersih periode berjalan mencapai Rp 199,1 miliar. Angka ini meningkat sebesar 131,9% secara tahunan YoY dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Rp 85,8 miliar. Peningkatan ini menjadi bukti kuat bahwa strategi bisnis dan pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh Bank Jago berhasil memberikan hasil yang positif.
Pendapatan Bunga yang Meningkat
Pendapatan bunga Bank Jago juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir September 2025, pendapatan bunga mencapai Rp 2,47 triliun, naik dari Rp 1,41 triliun pada periode sebelumnya. Sementara itu, beban bunga meningkat dari Rp 335,01 miliar menjadi Rp 689,59 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Jago terus memperluas cakupan bisnisnya sambil tetap menjaga keseimbangan keuangan.
Pendapatan Bunga Bersih yang Tumbuh
Dengan adanya peningkatan pendapatan bunga dan beban bunga, pendapatan bunga bersih Bank Jago tumbuh sebesar 64,9% YoY menjadi Rp 1,78 triliun per September 2025, dari Rp 1,08 triliun pada periode sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Bank Jago mampu mengoptimalkan pendapatan dari aktivitas bisnis utamanya.
Pertumbuhan Kredit yang Sehat
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Jago berhasil mencatatkan kredit sebesar Rp 23,5 triliun hingga akhir September 2025. Angka ini meningkat sebesar 36% dibandingkan posisi yang sama pada tahun lalu, yaitu Rp 17,3 triliun. Penyaluran kredit dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, yang tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang tetap rendah di level 0,4%, lebih rendah dari rata-rata NPL perbankan nasional.
Pertumbuhan Aset yang Signifikan
Pertumbuhan kredit yang sehat mendorong pertumbuhan total aset Bank Jago menjadi Rp 34,5 triliun per September 2025, naik 28% dari posisi September 2024 sebesar Rp 26,8 triliun. Rasio kredit terhadap simpanan atau loan-to-deposit ratio (LDR) berada pada 98%, serta didukung dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 32,9%. Hal ini mencerminkan tingkat likuiditas yang sehat dan kuatnya permodalan Bank Jago untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Peran Inovasi dan Kolaborasi
“Hasil positif ini merupakan bukti nyata bahwa inovasi dan kolaborasi yang kami lakukan dengan berbagai ekosistem keuangan digital mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung dalam keterangan resmi, Rabu (29/10/2025).
Grafik Saham ARTO
Jumlah Nasabah yang Terus Bertambah
Hingga akhir kuartal III-2025, total nasabah Bank Jago mencapai 18,6 juta, termasuk 14,5 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Jumlah ini meningkat lebih dari 4,5 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 14,1 juta nasabah.
Pertambahan jumlah nasabah funding sejalan dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 23,9 triliun hingga akhir September 2025. Jumlah ini naik 41% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 17 triliun.