26 April 2026
AA1TcUI8.jpg

Kinerja Keuangan yang Menggembirakan

PT Itsec Asia Tbk (CYBR) melaporkan kinerja keuangan yang menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam laporan tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, perusahaan keamanan siber publik pertama di Indonesia ini mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 65,4 miliar, naik dari Rp 800 juta pada tahun sebelumnya. Laba usaha juga berbalik positif menjadi Rp 92,5 miliar dibandingkan rugi usaha Rp 435 juta pada tahun sebelumnya.

Perbaikan kinerja ini menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan skala bisnis dan efisiensi operasional. Pendapatan konsolidasi tumbuh 62,1% menjadi Rp 527,1 miliar dari Rp 325,1 miliar pada 2024. Laba bruto meningkat 141,6% menjadi Rp 284,6 miliar, dengan margin laba bruto naik menjadi 54,0% dari sebelumnya 36,2%. Total ekuitas meningkat menjadi Rp256,2 miliar, sementara gearing ratio membaik dari 1,13x menjadi 0,20x, mencerminkan struktur keuangan yang lebih sehat.

Strategi dan Inovasi yang Berkelanjutan

Patrick Rudolf Dannacher, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT ITSEC Asia Tbk, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Itsec Asia. “Kami tidak hanya mencapai profitabilitas, tapi juga memperkuat fondasi bisnis, memperluas jangkauan produk, serta mempercepat pengembangan kapabilitas berbasis AI,” ujarnya dalam rilis.

Selama tahun 2025, perseroan terus menjalankan strategi untuk merespons lanskap ancaman siber yang semakin kompleks. Salah satu langkah strategis adalah pembentukan PT Itsec Cyber Academy yang berfokus pada pelatihan siber dan AI untuk sektor pemerintah dan enterprise.

Pengembangan Produk dan Pemasaran

Di sisi produk, peluncuran IntelliBroń Aman sebagai aplikasi keamanan siber konsumen berbasis AI menjadi tonggak penting. Melalui kemitraan OEM pre-installation dengan produsen smartphone, Infinix, aplikasi ini melampaui 100.000 unduhan dalam bulan pertama.

Sementara itu, IntelliBroń Orion terus memperkuat layanan bagi segmen UKM melalui threat intelligence berbasis AI dan respons insiden secara real time. Kedua solusi ini mencerminkan upaya perseroan dalam memperluas akses terhadap keamanan siber, tidak hanya untuk perusahaan besar tetapi juga bagi UKM dan individu.

Investasi dan Ekspansi Operasional

Belanja modal tahun 2025 mencapai Rp 27 miliar yang dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur teknologi, aset tak berwujud, dan ekspansi operasional. Investasi ini mendukung penguatan platform keamanan siber berbasis AI serta pengembangan produk di berbagai segmen pasar.

Perseroan juga mempertahankan posisi keuangan yang solid dengan net debt to equity ratio sebesar 0,2 kali pada akhir tahun, meningkat signifikan dari 1,13 kali pada awal periode.

Peran di Tingkat Nasional

Itsec Asia juga memperkuat perannya di tingkat nasional melalui inisiasi Gerakan Keamanan Siber Nasional bersama ADIGSI dan BSSN. Inisiatif ini mendukung penguatan ketahanan digital nasional, termasuk perlindungan infrastruktur kritis, pengembangan talenta, serta peningkatan kesadaran keamanan siber bagi lebih dari 65 juta UKM di Indonesia.

Layanan professional security service dan managed security services tetap menjadi kontributor utama, dengan dukungan klien di sektor jasa keuangan, energi, dan telekomunikasi. Operasi di Singapura, sebagai hasil ekspansi regional juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja Perseroan.

“Dengan fokus pada inovasi, kolaborasi, dan dampak nyata, kami optimistis dapat terus tumbuh dan berkontribusi bagi ekosistem digital Indonesia,” kata Patrick.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *