25 April 2026
AA1u0ZcA.jpg

Pertemuan Wamen Perdagangan dengan Ibu Negara Pakistan

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti melakukan pertemuan dengan Ibu Negara Pakistan, Aseefa Bhutto Zardari, serta Anggota Majelis Nasional (MNA). Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada 8-9 Desember tahun lalu. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan.

Dalam kesempatan tersebut, Roro menyoroti peluang penguatan kerja sama ekonomi antara kedua negara. Fokus utamanya adalah di sektor produksi minyak nabati (edible oil), investasi, serta pengembangan rantai nilai dan ketahanan pangan. Ia menyatakan bahwa ada potensi besar untuk memperluas kolaborasi ekonomi, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga dalam investasi dan penguatan rantai nilai yang mendukung ketahanan pangan jangka panjang.

“Kami melihat adanya potensi besar untuk memperluas kolaborasi ekonomi kedua negara, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga investasi dan penguatan rantai nilai yang mendukung ketahanan pangan jangka panjang,” ujar Roro dalam keterangan resminya.

Selain itu, Roro juga mendorong kerjasama lanjutan untuk memperluas perjanjian perdagangan melalui peningkatan status IP-PTA menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada tahun 2027. Menurutnya, peningkatan kerja sama ini akan memberikan kepastian lebih besar bagi dunia usaha kedua negara di sektor perdagangan dan investasi.

Isu Perubahan Iklim dan Pembangunan Hunian

Pertemuan ini juga membahas isu perubahan iklim yang menjadi perhatian global. Roro menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari pengalaman dari Provinsi Sindh dalam pembangunan perumahan yang tangguh iklim dalam skala besar, terutama pasca-banjir 2022. Hal ini menjadi langkah penting dalam menghadapi ancaman iklim yang semakin sering terjadi.

Roro juga menyoroti kebijakan kepemilikan rumah atas nama perempuan kepala keluarga. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif yang sejalan dengan agenda pemberdayaan perempuan. Ia menyatakan bahwa membangun hunian yang tangguh terhadap iklim sekaligus memastikan kepemilikan rumah atas nama perempuan adalah langkah nyata dari pemerintah terhadap perempuan.

Tanggapan Ibu Negara Pakistan

Ibu Negara Pakistan, Aseefa Bhutto Zardari, menyambut baik rencana strategis untuk peningkatan kerja sama antar kedua negara. Menurutnya, Indonesia dan Pakistan memiliki keterkaitan leluhur yang membuat pertemuan tersebut lebih bermakna dan memudahkan dalam keterlibatan bilateral kedua negara.

Dalam kesempatan ini, Aseefa turut menyampaikan ungkapan duka cita dan simpati atas bencana banjir dan tanah longsor yang baru-baru ini terjadi di Indonesia, khususnya di pulau Sumatra. Ia turut simpati kepada keluarga yang terdampak serta mendoakan kesembuhan bagi seluruh korban yang terdampak.

Pihaknya juga memuji kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terutama dalam memberikan kesejahteraan sosial melalui program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak dan ibu hamil. Aseefa menyatakan bahwa Pakistan juga mengejar tujuan serupa melalui program unggulan seperti Benazir Income Support Programme.

Kesimpulan

Pertemuan antara Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dengan Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari menunjukkan komitmen kuat kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral. Dari segi ekonomi hingga isu sosial dan lingkungan, pertemuan ini menjadi fondasi penting untuk kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *