Peran Gubernur DKI dalam Menyelesaikan Masalah Monorel
Sebagai mantan gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso memberikan apresiasi terhadap keputusan yang diambil oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membongkar tiang monorel yang sudah lama tidak digunakan di Jalan HR Rasuna Said. Ia menilai bahwa tindakan ini merupakan langkah yang paling tepat meskipun secara teknis bukanlah pilihan ideal.
Pernyataan tersebut disampaikan Sutiyoso saat ia turut serta dalam peninjauan langsung proses pembongkaran tiang monorel pada Rabu (14/1/2026). Menurutnya, kejelasan kebijakan menjadi hal penting setelah proyek tersebut selama puluhan tahun tidak memiliki kepastian. Ia menyebut bahwa keputusan yang diambil oleh Gubernur Pramono adalah keputusan yang harus dilakukan karena proyek tersebut tidak dapat dilanjutkan.
Sutiyoso mengakui bahwa memilih untuk membongkar monorel bukanlah pilihan terbaik. Namun, ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diperlukan untuk menata kembali ruang kota dan mengembalikan estetika kawasan Jalan HR Rasuna Said. Ia juga menyampaikan rasa lega atas tindakan tersebut, karena selama bertahun-tahun keberadaan tiang-tiang tersebut terus mengganggu pikirannya.
Dalam pernyataannya, Sutiyoso menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel akan mengakhiri kesan kumuh dan membawa kembali keindahan kawasan tersebut. Dengan demikian, masyarakat akan merasa nyaman saat melintasi jalan tersebut.
Lebih lanjut, Sutiyoso berharap agar penertiban serupa juga dilakukan hingga kawasan Senayan. Ia menjelaskan bahwa rute monorel ke arah Senayan awalnya dirancang untuk mengalihkan pergerakan massa suporter sepak bola dari luar kota agar tidak langsung turun ke jalan utama Jakarta.
“Tujuannya adalah agar ketika Bobotoh [pendukung Persib] dari Bandung datang, atau Bonek [pendukung Persibaya] dari Surabaya datang, mereka tidak langsung turun ke jalan utama Jakarta. Nanti pulangnya juga begitu lagi, sehingga kita yang di bawah aman,” ujarnya.
Menurut Sutiyoso, dengan konsep tersebut, arus kedatangan dan kepulangan suporter dapat diatur melalui transportasi massal, sehingga aktivitas di jalan-jalan utama tetap aman dan tertib.
Sutiyoso kembali menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Pramono Anung beserta jajaran pendampingnya atas dukungan dan ketegasan dalam menuntaskan persoalan monorel. Ia berharap hasil penertiban tersebut dapat segera dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat Jakarta.
“Sekali lagi secara pribadi, terima kasih pak Gubernur Pramono yang ikut mendukung penertiban ini. Semoga bisa dilihat, bisa dinikmati,” pungkas Sutiyoso.