25 April 2026
AA1YPQVk.jpg

Penerapan Skema Satu Arah di Jalan Tol Cipali

Pengelola jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) menerapkan skema satu arah atau one way menghadapi arus mudik pada Selasa, 17 Maret 2026. Volume kendaraan di ruas Tol Cipali terpantau terus meningkat namun dalam kondisi ramai lancar. Sejak pukul 00.00 hingga 19.00 WIB, tercatat ada sekitar 56.000 kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikopo dari arah Jakarta menuju Cirebon. Volume lalu lintas tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode waktu yang sama Senin kemarin.

“Namun secara keseluruhan volume lalu lintas di ruas Tol Cipali juga terpantau meningkat sekitar 18 persen dibandingkan periode waktu yang sama pada hari sebelumnya, yaitu dengan 71.000 kendaraan melintas,” kata Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, Selasa, 17 Maret 2026.

Penerapan Rekayasa Lalu Lintas

Sebelumnya, rekayasa lalu lintas berupa penerapan one way diberlakukan di ruas Tol Cipali pada KM 72 hingga KM 188 tepat pada pukul 15.21 WIB. Penerapan ini merupakan bagian dari implementasi rekayasa lalu lintas satu arah tahap I dari KM 70 (Jakarta–Cikampek) hingga KM 263 (Pejagan–Pemalang).

Sebelum skema one way diberlakukan untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026, persiapan berupa sterilisasi jalur arah Jakarta serta area istirahat (rest area) di sepanjang jalur tersebut telah dilaksanakan sejak pukul 13.00 WIB. Seluruh proses pelaksanaan rekayasa lalu lintas dilakukan berdasarkan diskresi serta arahan langsung dari petugas kepolisian di lapangan.

Kondisi Area Istirahat

Untuk rest area di tol Cipali, lanjut Ardam, saat ini terpantau ramai pengunjung. “Namun kapasitas parkir masih tersedia,” tuturnya. Ia juga menghimbau pengguna jalan untuk membatasi waktu istirahat maksimal 30 menit agar fasilitas rest area dapat digunakan secara bergantian oleh pengguna jalan lainnya.

Selain itu, pemudik juga dapat memanfaatkan fasilitas di luar jalan tol dengan keluar melalui gerbang tol terdekat untuk beristirahat dan masuk kembali tanpa dikenai biaya tambahan. Ini dikarenakan sistem transaksi pada jaringan Tol Trans-Jawa menggunakan sistem tertutup, sehingga tarif tol tetap dihitung berdasarkan jarak tempuh perjalanan.

Himbauan Pengguna Jalan

“Kami minta pemudik juga tidak berhenti di bahu jalan. Kecuali dalam kondisi darurat,” tutur Ardam. Tujuannya tidak lain untuk menghindari perlambatan arus lalu lintas serta menjaga keselamatan bersama.

Penanganan Arus Mudik

Penerapan skema satu arah bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa arus mudik. Dengan adanya rekayasa lalu lintas, pengendara dapat lebih mudah melintasi jalur tol tanpa terganggu oleh kemacetan yang biasanya terjadi pada musim mudik.

Pihak pengelola juga terus memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan siap memberikan informasi terkini kepada para pengguna jalan. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap pengemudi mendapatkan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman.

Dengan adanya langkah-langkah proaktif seperti sterilisasi jalur, pengaturan jam operasional rest area, dan pengawasan ketat dari petugas kepolisian, pengelola jalan tol Cipali berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi para pemudik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *