24 April 2026
AA1PkWhE.jpg



Pada kuartal pertama tahun 2026, PT Astra Otoparts Tbk, yang merupakan salah satu perusahaan komponen otomotif di bawah Grup Astra, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 558,94 miliar. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 10,55% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 505,57 miliar. Pertumbuhan laba ini didorong oleh kenaikan penjualan perseroan sebesar 7,4% menjadi Rp 5,3 triliun dari sebelumnya Rp 4,9 triliun secara year on year (yoy). Peningkatan ini didukung oleh permintaan pasar yang kuat baik dari pasar aftermarket maupun original equipment manufacturer (OEM), serta kontribusi ekspor yang stabil.

Presiden Direktur AUTO, Yusak Kristian Solaeman, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pertumbuhan pada kuartal I 2026 mencerminkan fondasi bisnis yang kuat. Hal ini didukung oleh keseimbangan kontribusi antara segmen manufaktur dan perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor. Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp 23,6 triliun, meningkat sebesar 4,2% dibandingkan dengan Rp 22,6 triliun pada tahun lalu. Sementara itu, ekuitas perseroan juga mengalami pertumbuhan sebesar 3,1% menjadi Rp 17,5 triliun.

Pertumbuhan Segmen Manufaktur

Pada segmen manufaktur, pendapatan tercatat sebesar Rp 2,7 triliun, tumbuh 2,5% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan dari pelanggan OEM, khususnya untuk kendaraan roda dua. Selain itu, penguatan portofolio produk untuk segmen roda dua dan roda empat juga berkontribusi positif.

Sejalan dengan strategi jangka panjang, perseroan terus memperkuat pengembangan komponen kendaraan listrik (xEV), baik general parts maupun specific parts. Perseroan juga memproduksi mesin pengisian daya kendaraan listrik berbasis baterai dengan merek ALTRO. Langkah ini menunjukkan komitmen AUTO dalam mendukung elektrifikasi kendaraan.

Pertumbuhan Segmen Perdagangan

Sementara itu, segmen perdagangan mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Pendapatan segmen ini mencapai Rp 2,6 triliun, naik 13,1% dibandingkan dengan Rp 2,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini dipengaruhi oleh permintaan pasar aftermarket yang kuat serta ekspansi jaringan distribusi dan ritel.

Selain itu, pertumbuhan juga didorong oleh libur Lebaran yang jatuh pada Maret 2026. Libur tersebut meningkatkan permintaan layanan dan penggantian komponen kendaraan untuk kebutuhan mudik dan arus balik. Hal ini turut mendorong aktivitas di jaringan bengkel dan ritel perseroan.

Jaringan Distribusi dan Ritel

AUTO saat ini didukung oleh jaringan distribusi yang luas. Jaringan ini meliputi 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia. Perseroan juga mengoperasikan 659 gerai ritel modern, termasuk Astra Otoservice, Shop & Drive, Shop & Bike hingga Motoquick.

Infrastruktur Pengisian Daya

Dalam mendukung elektrifikasi kendaraan, perseroan mengembangkan infrastruktur pengisian daya melalui Astra Otopower. Pada tiga bulan pertama tahun 2026, fasilitas ini telah mencakup 69 unit di 59 lokasi di Indonesia.

Target Ke depan

Ke depan, AUTO menargetkan untuk menjaga momentum pertumbuhan sepanjang tahun 2026. Strategi yang akan dijalankan mencakup pengembangan produk, penguatan distribusi, penambahan gerai ritel, serta ekspansi di pasar domestik dan ekspor. Dengan langkah-langkah ini, AUTO berkomitmen untuk tetap menjadi pemain utama dalam industri otomotif Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *