25 April 2026
0322_MGPA_A_2021-Moto2-champion-Gardner-87-and-runner-up-Fernandez-25-b-photo-Red-Bull_N_WEB-copy_1647644750.jpg

Perusahaan China CFMoto Mengakuisisi 51 Persen Saham Kalex Engineering

Pabrikan sepeda motor asal Tiongkok, CFMoto, telah mengambil langkah signifikan dalam dunia balap dengan mengakuisisi 51 persen saham perusahaan teknik Jerman, Kalex Engineering. Perusahaan tersebut dikenal sebagai produsen sasis yang paling sukses di kelas Moto2.

Akuisisi ini menjadikan CFMoto sebagai pemegang saham mayoritas di Kalex. Proses pengambilalihan dilakukan dengan membeli seluruh saham milik Günther Holzer serta sebagian kepemilikan dari para pendiri perusahaan.

Kalex didirikan oleh Alex Baumgärtel dan Klaus Hirsekorn dan telah menjadi bagian penting dalam kejuaraan dunia Moto2. Dominasi Kalex terlihat dari jumlah tim yang menggunakan sasis buatannya di grid balap.

Saat ini, sekitar 20 dari 28 pembalap Moto2 menggunakan sasis Kalex. Posisi tersebut menjadikan Kalex sebagai konstruktor paling berpengaruh di kelas menengah MotoGP.

Kesuksesan Kalex di Moto2 juga terlihat dari prestasinya sejak awal dekade 2010-an. Perusahaan ini meraih gelar juara dunia pertamanya pada 2011 bersama pembalap Stefan Bradl dan terus mendominasi gelar konstruktor selama lebih dari satu dekade.

Langkah investasi CFMoto dinilai sebagai strategi untuk memperkuat kemampuan teknologi balap mereka. Kolaborasi ini juga membuka peluang transfer teknologi ke pengembangan motor produksi massal.

Alex Baumgärtel, co-founder sekaligus managing director Kalex Engineering, menilai kesepakatan tersebut sebagai kemitraan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini tidak sekadar perubahan kepemilikan saham.

“Ini tidak terasa seperti akuisisi, melainkan kemitraan,” ujar Alex Baumgärtel, dikutip dari TMCBlog, 2 Maret 2026.

Menurut Baumgärtel, kerja sama tersebut bertujuan untuk memperluas pemanfaatan teknologi balap. Pengetahuan teknis dari kompetisi akan diterapkan pada pengembangan sepeda motor produksi.

“Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan teknologi balap ke dalam produksi seri mereka, yang berarti transfer pengetahuan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Kalex telah lama bekerja dengan berbagai produsen dalam pengembangan teknologi. Hal itu menjadi salah satu alasan perusahaan tersebut dipercaya dalam proyek kolaborasi internasional.

“Kami cukup mahir dalam hal ini; jika tidak, kami tidak akan berhasil untuk produsen peralatan asli lainnya,” kata Baumgärtel.

Hingga kini, Kalex tetap menjadi pemasok sasis utama di Moto2. Akuisisi oleh CFMoto menandai babak baru kolaborasi teknologi antara pabrikan Asia dan perusahaan teknik Eropa di dunia balap motor.

Faktor-Faktor yang Mendorong Kesepakatan

  • Dominasi di Moto2: Kalex telah lama menjadi produsen sasis yang paling diminati di kelas Moto2.
  • Pengalaman Teknis: Kalex memiliki pengalaman luas dalam pengembangan teknologi balap.
  • Kolaborasi Internasional: Kalex sudah bekerja sama dengan berbagai produsen sebelumnya.
  • Strategi Teknologi: CFMoto ingin memperkuat kemampuan teknologi balap mereka melalui kolaborasi ini.

Impak Akuisisi bagi Dunia Balap Motor

Akuisisi ini membuka peluang baru bagi dunia balap motor. Dengan adanya kemitraan antara pabrikan Tiongkok dan perusahaan teknik Jerman, diharapkan akan muncul inovasi baru dalam pengembangan teknologi balap.

Selain itu, kolaborasi ini juga bisa memengaruhi pengembangan sepeda motor produksi massal. Pengetahuan teknis dari kompetisi akan diintegrasikan ke dalam produksi motor, sehingga meningkatkan kualitas dan performa produk.

Tantangan dan Peluang

Meskipun ada potensi besar, kolaborasi ini juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah harmonisasi budaya perusahaan dan sistem manajemen yang berbeda antara Tiongkok dan Jerman. Namun, dengan komitmen kuat dari kedua belah pihak, masalah ini bisa diatasi.

Di sisi lain, peluang yang muncul sangat besar. Dengan akses ke teknologi balap yang canggih, CFMoto bisa mempercepat inovasi dalam pengembangan motor mereka. Sementara itu, Kalex bisa memperluas pasar dan memperkuat posisi mereka di dunia balap.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *