Program Kartu Sarjana Jepara untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya memperkuat sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui berbagai program pendidikan. Salah satu inisiatif terbaru adalah program Kartu Sarjana, yang bertujuan memberikan akses pendidikan lebih luas kepada mahasiswa Sarjana (S-1) dari keluarga kurang mampu atau memiliki prestasi tertentu.
Program ini menyasar warga Kabupaten Jepara lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana S-1. Selain itu, program ini juga ditujukan langsung kepada mahasiswa Sarjana S-1 yang berasal dari keluarga kurang mampu dan mengalami kendala pembiayaan pendidikan (UKT). Untuk bisa mendapatkan beasiswa, calon penerima harus terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Untuk jalur prestasi, calon penerima harus memiliki sertifikat atau piagam kejuaraan minimal juara 3 di tingkat kabupaten atau hafal Al Qur’an minimal 10 juz. Sedangkan untuk mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan Sarjana S-1, IPK minimal 3,0 dan sedang menempuh semester 8.
Penerima beasiswa Kartu Sarjana berhak mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Untuk Program Studi Umum/Pariwisata/Industri Furniture, bantuan pendidikan yang diberikan sebesar Rp 3,5 juta per semester atau Rp 7 juta per tahun. Sementara untuk Program Studi Kesehatan, bantuan pendidikan maksimal Rp 5 juta per semester atau Rp 10 juta per tahun.
Pemkab Jepara terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi fokus utama pemerintah daerah. Investasi di bidang sumber daya manusia digarap serius di Kota Ukir. Meskipun membutuhkan waktu panjang dan biaya besar, namun diproyeksikan dapat memberikan hasil yang signifikan untuk masa depan suatu daerah.
Mas Wiwit, sapaan akrab Witiarso Utomo, menjelaskan bahwa saat ini jumlah penerima program Kartu Sarjana Jepara yang bekerja sama dengan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara sudah mencapai 152 mahasiswa. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat Jepara yang dapat mengakses pendidikan di perguruan tinggi dengan dukungan pemerintah daerah.
Pemkab Jepara juga berkomitmen membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Artinya, Kartu Sarjana ini tidak hanya menyasar mahasiswa baru saja, juga bisa diakses bagi mahasiswa lama yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, dengan catatan memenuhi ketentuan dan syarat yang berlaku.
“Kami juga akan membantu mahasiswa yang mengalami kendala pembayaran UKT. Nanti bisa dibantu melalui BAZNAS bagi mahasiswa yang ber-KTP Jepara,” ujar bupati usai melakukan kunjungan ke Unisnu Jepara.
Bupati meminta Unisnu melakukan proses penyaringan atau screening terhadap mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut. Semata-mata agar tujuan utama Program Kartu Sarjana bisa tercapai. Yakni membantu peserta didik mengakses pendidikan saraja, dan mencegah mahasiswa berhenti kuliah karena kendala biaya.
“Jangan sampai anak-anak kita putus kuliah karena masalah biaya. Banyak faktor yang membuat mereka terhambat bukan karena kemauan mereka. Kita bantu agar mereka bisa menyelesaikan kuliahnya,” tambah bupati.
Rektor Unisnu Jepara, Prof. Abdul Djamil, menyampaikan bahwa isu strategis yang menjadi perhatian perguruan tinggi dan pemerintah daerah salah satunya adalah program Kartu Sarjana. Program tersebut berpotensi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat Jepara.
Menurut dia, IPM Jepara menunjukkan tren peningkatan yang positif untuk masa depan pembangunan suatu daerah. Sehingga dibutuhkan pemimpin daerah yang mau memperhatikan sektor pendidikan untuk menyiapkan generasi muda di masa mendatang.
“Selain pendidikan, juga (penting) membahas sektor kesehatan dan ekonomi. Tiga kata kunci ini saling berkaitan dan menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas Jepara agar lebih maju di masa mendatang,” harap dia.