25 April 2026
AA1YBfSt.jpg

Mengenal QRIS dan Perannya dalam Tradisi Manambang di Sumatra Barat

Di Provinsi Sumatra Barat, terdapat tradisi unik yang dilakukan setiap momen Lebaran, yaitu manambang. Dalam tradisi ini, anak-anak akan menerima uang dari sanak keluarga setelah menjalani salat Idulfitri. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari kebudayaan lokal, tetapi juga menjadi momen penting dalam pengelolaan keuangan keluarga.

Bank Indonesia (BI) melihat peluang besar untuk mengedukasi masyarakat tentang transaksi yang lebih hemat dan aman, khususnya melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyampaikan bahwa meskipun tradisi manambang biasanya dilakukan secara tunai, ada alternatif yang lebih efisien dan aman, yakni dengan menggunakan QRIS.

“Kita tidak harus selalu menggunakan uang tunai untuk tradisi manambang. Dengan QRIS, prosesnya jauh lebih cepat dan aman. Cukup dengan membagikan barcode-nya, uang bisa langsung terkumpul,” ujarnya.

Keuntungan Menggunakan QRIS dalam Transaksi

Majid menekankan bahwa penggunaan QRIS tidak hanya memberikan rasa aman dan kemudahan, tetapi juga berpotensi meningkatkan retribusi daerah. Hal ini karena sektor perdagangan menyumbang sekitar 17% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar yang mencapai Rp88 triliun.

“Kami berharap, pada momen Lebaran nanti, tradisi manambang bisa juga dilakukan melalui QRIS. Jika anak-anak menerima uang Rp2.000, Rp5.000, atau bahkan Rp100.000, mereka bisa menggunakan QRIS. Saya percaya, jika kebiasaan ini berjalan, masyarakat akan merasakan dampak positifnya,” tambahnya.

Namun, Majid juga menyatakan bahwa bagi daerah yang belum memiliki akses internet yang memadai, penggunaan QRIS tidak wajib. Masyarakat dapat tetap melakukan transaksi secara tunai. Namun, apabila akses internet sudah tersedia, BI mendorong masyarakat untuk beralih secara bertahap ke transaksi digital.

Tren Transaksi Digital di Sumbar

Adanya dorongan dari BI, membuat tren transaksi digital di Sumbar semakin positif. Hal ini turut memberikan dampak positif bagi daerah, terutama dalam hal nilai retribusi.

Menurut data yang disampaikan oleh Majid, hingga triwulan IV-2025, transaksi QRIS masih tinggi, didukung oleh peningkatan jumlah pengguna. Sementara itu, volume transaksi BI-Fast mencatat kenaikan terbatas, namun nominal transaksi tetap meningkat.

“Artinya, dari kondisi tersebut, volume dan nominal QRIS tumbuh 109,60% dan 77% secara year on year (YoY). Hal ini didukung oleh jumlah merchant dan pengguna yang meningkat. Sedangkan volume transaksi BI-Fast naik 2,63% YoY dengan kenaikan nominal transaksi sebesar 17,24% YoY,” jelasnya.

Transaksi Digital Bukan Hanya dari Perbankan

Majid menegaskan bahwa transaksi digital tidak harus dilakukan melalui perbankan. Saat ini, banyak dompet digital yang telah aktif melakukan transaksi digital, sehingga masyarakat memiliki pilihan yang lebih luas.

Dengan demikian, penggunaan QRIS bukan hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dan Bank Indonesia dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya transaksi yang aman dan efisien. Melalui pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *