Peran Produk Asuransi Dwiguna dalam Pertumbuhan Premi
PT Sun Life Financial Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam perolehan premi sepanjang tahun 2025, dengan produk asuransi dwiguna menjadi kontributor utama. Produk seperti Sun Prosperity Prime (SI SUPER) dan Asuransi X-Tra Proteksi Cermat dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin mendapatkan perlindungan sekaligus perencanaan keuangan jangka menengah hingga panjang.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menyatakan bahwa produk dengan konsep mudah, fleksibel, dan aman semakin diminati seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan finansial. “Produk Asuransi Dwiguna seperti Sun Prosperity Prime (SI SUPER) dan Asuransi X-Tra Proteksi Cermat menjadi kontributor utama kami di tahun 2025,” ujarnya.
Laporan Keuangan Tahun 2025
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis oleh perusahaan, Sun Life Indonesia mencatatkan premi bruto sebesar Rp 2,93 triliun pada 2025 atau tumbuh 9,18% secara tahunan dibandingkan Rp 2,69 triliun pada 2024. Di sisi lain, klaim dan manfaat yang dibayarkan tercatat sebesar Rp 510,8 miliar, turun 19,73% dibandingkan Rp 636,4 miliar pada tahun sebelumnya.
Sun Life juga mencatatkan rasio Risk Based Capital (RBC) sebesar 505% per 31 Desember 2025, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%. Hal ini mencerminkan kondisi permodalan perusahaan yang tetap kuat.
Strategi Pertumbuhan di Tahun 2026
Memasuki 2026, Sun Life menyiapkan strategi pertumbuhan melalui tiga fokus utama, yakni:
- Inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
- Penguatan ekosistem distribusi melalui jalur keagenan, bancassurance, dan digital.
- Peningkatan edukasi dan literasi finansial.
Albertus menambahkan bahwa perusahaan menargetkan pertumbuhan premi yang positif dan berkualitas pada 2026. Fokus utama bukan hanya pada pertumbuhan angka, melainkan memastikan setiap produk yang dipasarkan sesuai dengan kebutuhan nasabah serta mampu menjaga tingkat persistensi polis dan kepuasan nasabah.
Kondisi Industri Asuransi Jiwa
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan mencatat premi industri asuransi jiwa sebesar Rp 180,98 triliun sepanjang 2025 atau terkontraksi 3,81% secara tahunan. Namun, Sun Life berhasil menunjukkan pertumbuhan yang stabil meskipun menghadapi tantangan di tengah perubahan industri.
Dengan strategi yang terarah dan komitmen terhadap kebutuhan nasabah, Sun Life Financial Indonesia berupaya untuk tetap menjadi pilihan utama dalam layanan asuransi yang berkelanjutan dan berkualitas.