26 April 2026
AA1VN4lB.jpg



Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) semakin memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional melalui pengembangan riset kendaraan tempur tank ringan. Proses pengembangan ini dilakukan secara komprehensif, mulai dari tahap awal hingga mencapai kesiapan dan sertifikasi. Selain itu, BRIN juga menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra industri untuk memastikan hasil riset dapat diimplementasikan secara efektif.

Seorang peneliti ahli madya dari Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Lukman Shalahuddin, menjelaskan bahwa pengembangan kendaraan tempur tank ringan merupakan bagian dari prioritas riset strategis di bidang industri pertahanan. Ia menegaskan bahwa BRIN tidak hanya terlibat dalam proses riset, tetapi juga mengawal setiap tahapan hingga kendaraan siap digunakan.

“Masih ada beberapa tantangan teknis yang harus diatasi, sehingga kami memastikan kendaraan benar-benar siap sebelum dinyatakan layak digunakan,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis pada Jumat, 6 Februari 2026.

Tahap awal riset fokus pada optimasi kinerja kendaraan, termasuk desain dan struktur bodi, pemilihan material, serta sistem penggerak. Tujuannya adalah memastikan kendaraan mampu beroperasi secara andal dalam berbagai kondisi ekstrem. Dengan demikian, kendaraan akan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan operasional militer.

Lukman menambahkan bahwa cakupan riset BRIN tidak hanya terbatas pada tank ringan, tetapi juga akan mencakup pengembangan berbagai varian kendaraan taktis lainnya. Setelah fase optimasi tank ringan selesai, BRIN akan melanjutkan pengembangan pada varian seperti Armoured Personnel Carrier (APC). Kendaraan ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional militer, termasuk evakuasi dan dukungan medis.

Kolaborasi riset ini melibatkan tiga pihak utama, yaitu BRIN, TNI Angkatan Darat, dan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE). Saat ini, kerja sama antara BRIN dan PT SSE telah berjalan. Sementara itu, penjajakan kolaborasi dengan TNI AD masih dalam proses dan ditargetkan terealisasi dalam tahun ini.

Marzuki, Project Manager PT SSE, menyampaikan apresiasi terhadap peran BRIN sebagai mitra riset strategis. Menurutnya, BRIN memberikan dukungan keilmuan yang signifikan, mulai dari pengembangan mesin hingga struktur kendaraan.

“Kolaborasi dengan BRIN memberikan kontribusi penting dalam memastikan aspek teknis kendaraan dikembangkan secara ilmiah dan terukur. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke pengembangan kendaraan lainnya,” ujar Marzuki.

Dengan adanya kolaborasi riset ini, BRIN menegaskan komitmennya dalam menjembatani antara riset dan kebutuhan industri. Selain itu, BRIN juga berkomitmen untuk mendorong lahirnya inovasi teknologi pertahanan yang siap diimplementasikan dan memiliki daya saing nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *