25 April 2026
AA1riSj7.jpg



Dewa News


,


Jakarta


– Sebuah
studi
terbaru menunjukkan bahwa
tes darah
eksperimental berhasil mendeteksi keberadaan
kanker
hingga tiga tahun sebelum gejala klinis muncul. Temuan ini dipublikasikan pada 22 Mei 2025 di jurnal

Cancer Discovery

.

Penelitian ini menemukan bahwa DNA bebas yang membawa mutasi kanker dapat terdeteksi dalam plasma darah sebelum adanya tanda-tanda fisik kanker. Jejak DNA tersebut berasal dari sel prakanker atau kanker yang telah mati dan ditemukan dalam sampel plasma yang disumbangkan tiga tahun sebelum partisipan didiagnosis mengidap kanker.

“Ini adalah langkah penting menuju deteksi kanker pada tahap pra-klinis, yang berpotensi merevolusi skrining kanker,” kata Catherine Alix-Panabières, peneliti kanker dari Universitas Montpellier di Prancis yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, dikutip dari laporan

Live Science

, Selasa, 1 Juli 2025. “Deteksi dini umumnya berkorelasi dengan hasil yang lebih baik di berbagai jenis kanker karena intervensi yang juga lebih awal,” tambahnya.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Yuxuan Wang dari Universitas Johns Hopkins menganalisis sampel plasma dari peserta studi sekitar 40 tahun lalu. Mereka memfokuskan penelitian pada 26 peserta yang didiagnosis kanker dalam waktu enam bulan setelah mendonorkan darah dan membandingkannya dengan 26 peserta lain yang tetap sehat setidaknya selama 17 tahun setelah donor.

Peneliti menemukan satu hingga tiga mutasi kanker umum dalam tujuh sampel plasma dari kelompok yang kemudian terkena kanker. Enam dari partisipan ini diketahui juga menyumbangkan darah antara 3,1 hingga 3,5 tahun sebelumnya. Ketika peneliti memeriksa sampel lama tersebut, dua di antaranya menunjukkan mutasi DNA yang sama, menandakan bahwa tanda-tanda awal kanker bisa dikenali jauh sebelum tumor terbentuk.

Karena temuan awal hanya mengidentifikasi sedikit mutasi umum, tim Wang kemudian menyekuens DNA plasma untuk mencari mutasi unik pada masing-masing pasien, menggunakan DNA sel darah putih sebagai referensi. Mereka menemukan empat hingga 90 mutasi unik pada tiga pasien, dan secara keseluruhan mendeteksi indikasi kanker pada tiga dari lima sampel awal.

Jenis kanker yang terdeteksi dalam studi ini bervariasi, meliputi kanker payudara, usus besar, hati, paru-paru, pankreas, dan rektum. Namun, efektivitas metode ini belum tentu berlaku merata untuk semua jenis tumor.

“Beberapa organ akan melepaskan DNA tumor lebih banyak daripada yang lain,” ujar Wang, seraya menjelaskan bahwa sawar darah-otak bisa menjadi penghalang untuk mendeteksi kanker otak melalui darah.

Penelitian ini juga menemukan bahwa 18 dari 26 peserta yang kemudian mengidap kanker tidak menunjukkan DNA kanker dalam sampel plasma mereka. Menurut Wang, hal ini belum ideal untuk dijadikan tes klinis, namun akurasi deteksi mungkin bisa ditingkatkan dengan mengambil lebih banyak volume plasma dari pasien.

Jika dikembangkan lebih lanjut, tes ini berpotensi digunakan untuk skrining kanker secara preemptif, bahkan sebelum gejala muncul. Namun, para peneliti memperingatkan bahwa dibutuhkan studi lanjutan untuk menghindari hasil positif palsu yang bisa menyebabkan kecemasan dan prosedur medis yang tidak perlu.

“Secara etis, penerapan tes seperti ini dalam skrining rutin membutuhkan pedoman yang jelas tentang cara menangani temuan yang tidak disengaja,” ucap Alix-Panabières.

Karena studi ini hanya melibatkan 52 partisipan, diperlukan penelitian berskala besar dengan ratusan atau ribuan peserta untuk memvalidasi hasilnya. “Secara realistis, adopsi klinis secara luas mungkin membutuhkan waktu 5–10 tahun lagi,” ujar Alix-Panabières.

Wang juga menekankan bahwa deteksi mutasi personal memerlukan sekuensing DNA, yang biayanya bisa mencapai ratusan hingga ribuan dolar. “Mungkin tidak akan menjadi sesuatu yang bisa kita sediakan untuk semua orang yang ingin kita skrining,” tutur Wang. Ia pun menyarankan tes ini mungkin lebih tepat untuk kelompok berisiko tinggi dengan riwayat kanker dalam keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *