26 April 2026
Harga-Telur-Ayam-di-Cimahi-Terus-Naik.jpg

Pemantauan Harga dan Pasokan Daging Ayam serta Telur Ayam di Kota Cimahi

Dinas Perdagangan Koperasi dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan pasokan daging ayam serta telur ayam yang mengalami kenaikan. Hal ini terjadi seiring berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasar tradisional di Kota Cimahi bergantung pada pasokan dari daerah penghasil.

Menurut Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haerani, pihaknya belum bisa memastikan apakah kenaikan harga daging ayam dan telur terkait dengan program MBG. “Masih perlu dilakukan survei dan data pendukung sebagai pembuktiannya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan harga di beberapa pasar tradisional Kota Cimahi, harga telur ayam berkisar antara Rp 31.000 hingga Rp 32.000 per kilogram, sedangkan daging ayam broiler berada di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.

Hella menjelaskan bahwa para pengelola dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia paket MBG biasanya langsung berbelanja bahan baku ke pasar induk maupun pihak pemasok bahan pangan. “Mungkin jika dapur umum SPPG tidak belanja langsung ke pasar tradisional, karena harga paket MBG sudah ditentukan. Sepertinya tidak terkejar kalau belanja ke pedagang, sehingga mereka pasti langsung mengambil dari supplier atau pasar induk lebih mungkin,” katanya.

Dia menilai bahwa kenaikan harga dan pasokan yang terbatas tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan program MBG. “Masih harus dikaji karena rantai pasokannya bisa saja berbeda. Tentu akan terus kita pelajari dan pantau pergerakan harga di pasaran,” tuturnya.

Sebelumnya, para pedagang di pasar tradisional Kota Cimahi mengeluhkan harga sejumlah bahan pangan yang tinggi. Kondisi ini diperparah oleh pasokan barang yang terbatas, diduga akibat rebutan dengan pembelian untuk kebutuhan program MBG.

“Kami berbelanja barang dari Pasar Induk Caringin Kota Bandung. Pasokan jadi susah, banyak bahan pokok yang sudah diambil duluan sama mobil MBG. Sering barang sudah habis atau stoknya tinggal sedikit, hal ini bikin harga naik dan pembeli di pasar makin sepi,” ujar Santi, pedagang sayuran di Pasar Atas Baru.

Faktor cuaca juga turut memengaruhi kualitas panen sehingga pasokan terhambat. “Faktor cuaca dan panen yang belum stabil juga berpengaruh ke pasokan. Termasuk paling terasa pasokan dari pasar induk makin sulit, kita harus bersaing sama yang belanja buat MBG,” ucapnya.

Tingginya harga pangan memengaruhi pendapatan pedagang. “Kadang harga naik dua sampai tiga kali dalam seminggu, pembeli jadi makin sedikit. Kami serbasalah, kalau gak naik rugi, kalau dinaikkan pembeli kabur,” katanya.

Tantangan Pasar Tradisional Akibat Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga dan pasokan bahan pokok di pasar tradisional. Pedagang mengeluhkan bahwa banyak bahan pangan yang telah diambil oleh mobil MBG sebelum sampai ke pasar. Hal ini menyebabkan pasokan yang terbatas dan harga yang meningkat.

Selain itu, cuaca yang tidak menentu juga memengaruhi hasil panen, sehingga pasokan bahan pangan menjadi lebih sulit. Ini memperburuk situasi di pasar tradisional, di mana pedagang harus bersaing dengan pembeli lain yang membutuhkan bahan pangan untuk program MBG.

Peningkatan harga yang terjadi secara cepat membuat para pedagang kesulitan. Mereka menghadapi dilema: jika tidak menaikkan harga, maka kerugian akan terjadi, tetapi jika menaikkan harga, pembeli bisa pergi ke tempat lain.

Langkah yang Dilakukan Disdagkoperin

Disdagkoperin Kota Cimahi terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga dan pasokan di pasar tradisional. Pihaknya berkomitmen untuk terus mempelajari dan memastikan bahwa harga dan pasokan tetap stabil. Meski demikian, keterkaitan antara program MBG dan kenaikan harga belum sepenuhnya terbukti.

Para pedagang berharap agar ada solusi yang dapat membantu mereka menghadapi tantangan ini. Diharapkan, pemerintah dapat memberikan dukungan yang cukup agar pasar tradisional tetap dapat bertahan dan memberikan layanan yang baik kepada masyarakat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *