25 April 2026
AA1I05rd.jpg

 

Dewa News – 

Anak-anak nakal bisa menjadi potensi para prajurit TNI ke depannya. Hanya saja sebelumnya perlu dididik sedemikian rupa agar justru potensi ini menjadi berguna.

Berikut diungkapkan oleh Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat melepas para calon Taruna Akademi TNI di Makodam III/Siliwangi di Jalan Aceh, Kota Bandung pada Jumat 4 Juli 2025.

Menurut KDM banyak anak yang sebelumnya masuk ke barak militer akhirnya memiliki karakter yang terbentuk. Mereka ini kata KDM setelah lulus justru rata-rata ingin masuk Secaba (Sekolah Calon Bintara).

“Saya lihat ya, mereka tinggal dibina saja. Sekarang misalnya dia kelas dua nih ya tinggal disiapkan. Apalagi yang kelas tiga ya tinggal disiapkan dengan baik Jadi sangat baik Bahkan menurut saya anak nakal itu potensi bagi TNI,” katanya.


Potensi ‘Anak Nakal’

Sehingga kata KDM apabila anak itu nakal, bandel, atau berandal itu merupakan potensi. Terlebih tentara itu memerlukan orang-orang pemberani.

“Jadi tidak ada yang bukan potensi. Tetapi kan TNI hari ini juga tidak hanya mengarah pada fisik. Jadi sudah mengarah pada kemampuan teknologi ya kemampuan teknologi siber misalnya,” katanya.

Disinggung terkait muatan lokal terkait pendidikan militer. Menurut KDM hal ini kemarin tidak diperkenankan.

“Ya baik ya. Jadi gini sekarang ini kan kita bisa melihat gini sederhana saja. Jadi jangan mengukur anak barak militer. Namun kita ukur anak-anak yang akan masuk akademi militer hari ini. Mereka itu kan sudah terbentuk tuh karakter sikapnya,” katanya.

Padahal kata KDM mereka hanya mengikuti seleksi dalam waktu beberapa bulan. “Nah kalo sistematika dalam pembentukan karakter TNI itu dibangun di sistem pendidikan kita, maka karakter akan terbentuk,” katanya

Bahkan sebelumnya KDM mengaku melepas anak-anak yang pergi ke Jepang. “Jumlahnya 750 orang dididik oleh lembaga pendidikan keterampilan. Kemudian ternyata kan sama juga pembentukan karakternya adalah karakter disiplin militer,” katanya.

Sehingga kata KDM dengan pendidikan itu mereka bisa memahami disiplin militer bukan disiplin ala perang. “Tetapi disiplin untuk memasuki pasar kerja. Hal ini karena pada akhirnya seluruh jejaring pasar kerja itu memerlukan disiplin,” ucapnya.


KDM: Disiplin Cegah Geng Motor

Melalui disiplin tersebut kata dia, maka nanti di jalan tidak ada geng motor. “Tidak ada juga balapan, tidak ada yang merokok di sembarang tempat dan tidak ada yang minum-minuman keras,” katanya.

Kemudian lanjut KDM tidak ada lagi tawuran antar sekolah. “Nah kemudian yang berikutnya juga tidak ada keluyuran malam. Ini karena jika anak-anak sudah diarahkan ingin masuk misalnya Akademi TNI, Akademi Militer maka sudah lah selama dua tahun dia gak boleh lagi keluar lebih dari jam 9 malam,” katanya.

Hal ini karena apabila mereka keluar lebih dari jam 9 malam akan terlihat dari paru-parunya.

“Jadi itu jadi nanti di masa orientasi siswa mau diingetin nanti ke Dinas Pendidikan,” katanya.

Selain itu kata KDM dia pun akan menggandeng TNI dan Polri baik dari Kodam III/Siliwangi maupun Polda Jabar. “Kami akan juga menggandeng TNI AU dan TNI AL. Para tentara ini akan membangunkan semangat, spirit dan disiplin,” katanya.

“Jadi yang biasanya dulu jaman saya itu ospek nanti dibentuk baris berbaris, bangun pagi, cara pake baju. Apalagi cara makan tentara tuh kan diajarin semuanya makan diajarin tuh, berdoa ternyata yang paling rajin berdoa ketika makan tuh di sekolah TNI, katanya.

Secara garis besar kata KDM Provinsi Jawa Barat itu sudah siap. “Sebelum ada usulan itu juga sudah siap melaksanakan pendidikan kedisiplinan bagi siswa dengan melibatkan para anggota TNI,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *