24 April 2026
AA21gEft.jpg

Pergerakan Indeks Bisnis-27 Pada Awal Perdagangan Hari Ini

Pada awal perdagangan hari ini, Senin (20/4/2026), Indeks Bisnis-27 dibuka di zona hijau. Kenaikan ini terjadi seiring dengan sentimen positif dari pasar global. Beberapa saham unggulan seperti DSNG, TLKM hingga PGEO menjadi pendorong utama kenaikan indeks ini.

Berdasarkan data yang dirilis oleh IDX Mobile pada pukul 09.05 WIB, Indeks Bisnis-27 menguat sebesar 0,18% ke level 502,66. Kenaikan ini didorong oleh kinerja beberapa saham unggulan yang menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) naik sebesar 2,40% ke Rp1.705. Saham T Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menguat sebesar 1,94% ke Rp3.160. Sementara itu, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) juga mengalami kenaikan sebesar 1,44% ke Rp1.055.

Selain itu, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turut menguat sebesar 1,35% ke Rp2.260. Diikuti oleh saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang naik sebesar 0,88% ke Rp1.715.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami pelemahan. Antara lain, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) yang turun sebesar 0,98% ke Rp4.030. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah sebesar 0,81% ke Rp3.680. PT Bukit Asam Tbk. turun sebesar 1,03% ke Rp2.870. Dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) terkoreksi sebesar 1,03% ke Rp1.915.

Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Potensi pengujian resistance di kisaran 7.700–7.720 diperkirakan akan terjadi.

Secara teknikal, IHSG memiliki level support di 7.500 dan pivot di kisaran 7.600. Selain itu, harga minyak mentah mengalami koreksi tajam. WTI turun hampir 12% ke level US$83 per barel dan Brent melemah sekitar 9% ke kisaran US$90 per barel. Penurunan ini berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar saham, termasuk IHSG, karena dapat meredakan tekanan inflasi.

Namun demikian, dinamika geopolitik masih menjadi faktor utama yang membayangi pasar. Pernyataan Presiden AS terkait kelanjutan blokade Selat Hormuz, serta langkah Iran yang kembali menutup jalur tersebut, menambah ketidakpastian.

Pasar kini menanti perkembangan negosiasi antara kedua negara, terutama menjelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 21 April 2026. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati sejumlah sentimen global lainnya, seperti musim laporan keuangan kuartal I/2026 di AS serta rilis data ekonomi penting, termasuk penjualan ritel, sektor manufaktur, dan jasa.

Di sisi kebijakan moneter, perhatian tertuju pada pidato calon Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang berpotensi memberikan petunjuk arah suku bunga ke depan. Sementara itu, dari dalam negeri, pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), data pertumbuhan kredit, serta jumlah uang beredar (M2) yang dijadwalkan rilis pekan ini.

Data-data tersebut dinilai akan memberikan gambaran kondisi likuiditas serta arah kebijakan moneter domestik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *