19 April 2026
AA215seB.jpg

Peran Andalas Forum VI 2026 dalam Kemajuan Industri Kelapa Sawit

Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menekankan pentingnya penyelenggaraan Andalas Forum VI 2026 sebagai wadah strategis untuk mendorong kemajuan industri kelapa sawit nasional. Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sumsel di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, pada Kamis (16/4).

Herman Deru mengapresiasi terselenggaranya forum yang mengusung tema sinergi untuk tata kelola, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan. Menurutnya, kehadiran pelaku usaha sawit dari berbagai wilayah di Indonesia memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

“Kami mengapresiasi GAPKI yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Seluruh anggota GAPKI se-Indonesia berkumpul di Palembang, tentu memberikan dampak bagi perekonomian Sumsel,” ujar Herman Deru dalam keterangannya, Jumat (17/4).

Ia menilai Sumsel merupakan lokasi yang tepat untuk pelaksanaan forum tersebut, mengingat sekitar 9 hingga 10 persen wilayahnya merupakan perkebunan kelapa sawit dalam skala nasional. Menurut Herman Deru, forum ini menjadi momentum penting untuk membahas berbagai tantangan industri, baik internal maupun eksternal, di tengah dinamika global.

Karena itu, dia berharap forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi konkret. “Saya berharap forum ini melahirkan rekomendasi yang bermanfaat agar langkah ke depan semakin mantap, apalagi luas perkebunan sawit di Indonesia mencapai 16,8 juta hektare,” katanya.

Herman Deru juga menegaskan bahwa sektor kelapa sawit selama ini menjadi salah satu pilar utama ekspor Sumsel serta penopang perekonomian daerah dan nasional.

Tangguh dalam Menghadapi Krisis

Sementara itu, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyebut industri sawit sebagai sektor yang terbukti tangguh dalam menghadapi berbagai krisis. Dia berharap dukungan pemerintah semakin diperkuat, terutama dalam aspek hilirisasi, peningkatan daya saing, perpajakan, dan kepastian hukum lahan.

Eddy turut mengapresiasi inisiatif Gubernur Herman Deru dalam percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang dinilai mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi industri sawit. “Ini akan menjadi kunci menurunkan biaya logistik dan produksi industri sawit di Sumsel,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa, Dida Gardera, mengatakan sektor kelapa sawit sebagai pahlawan perekonomian Indonesia yang perlu terus didorong hilirisasinya guna memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri.

Berbagai Aktivitas dalam Andalas Forum VI

Andalas Forum VI yang berlangsung selama dua hari ini diikuti lebih dari 500 peserta, melampaui target awal. Kegiatan ini menghadirkan empat sesi seminar yang membahas isu strategis, mulai dari penguatan standar ISPO untuk pasar global hingga inovasi teknologi dalam rantai pasok.

Selain seminar, forum ini juga diramaikan pameran yang diikuti 48 stan dari 44 eksibitor yang menampilkan berbagai inovasi terbaru di industri kelapa sawit.

Forum ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis guna mendorong kemajuan petani dan pelaku usaha kelapa sawit di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *