19 April 2026
AA20LUSZ.jpg

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Putin di Moskow

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Moskow. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas berbagai isu penting, termasuk keanggotaan Indonesia dalam aliansi BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan). Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia.

Putin menyampaikan apresiasinya terhadap kunjungan Prabowo ke Moskow. Ia juga mengekspresikan kebahagiaannya dapat bertemu langsung dengan Presiden RI. Dalam kesempatan itu, Putin mengungkapkan bahwa Indonesia akan resmi bergabung dengan BRICS pada awal 2025. Hal ini dinilai sebagai peluang baru untuk memperluas kerja sama antara kedua negara.

“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru kerja sama kita,” ujar Putin saat berbicara kepada Prabowo di Moskow, Rusia, pada Senin (13/4/2026).

Prabowo mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Putin dan pemerintah Rusia. Ia menyampaikan bahwa sejak pertemuan sebelumnya, yaitu akhir tahun lalu atau beberapa bulan lalu, Presiden telah bertemu dengan beberapa delegasi Rusia di Jakarta. Di Moskow, ia juga bertemu dengan pejabat serta perusahaan-perusahaan Rusia.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS. “Maksud dan tujuan saya hari ini datang, intinya adalah untuk ucapkan terima kasih ke Presiden Putin dan pemerintah Rusia, atas dukungan Rusia ke Indonesia. Pertama kami diterima begitu cepat di BRICS,” katanya.

Perkembangan Keanggotaan Indonesia di BRICS

BRICS sendiri merupakan aliansi negara-negara besar yang dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Sebelumnya, aliansi ini telah memperluas anggotanya dengan menerima beberapa negara baru, seperti Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab.

Selama masa keketuaan Rusia di BRICS pada tahun 2024, Indonesia mengajukan permohonan resmi untuk bergabung. Dokumen tersebut kemudian diperiksa sesuai dengan prinsip-prinsip panduan, standar, kriteria, dan prosedur perluasan keanggotaan BRICS. Semua negara anggota BRICS sepakat melalui konsensus untuk menyetujui permohonan Indonesia.

Sejak 6 Januari 2025, Indonesia secara resmi menjadi anggota penuh dari BRICS. Presiden Prabowo sempat menjelaskan bahwa BRICS terdiri dari negara-negara besar. Menurutnya, banyak negara tetangga juga telah menyatakan minat untuk bergabung dengan aliansi ini.

“Dan BRICS kita lihat ekonomi-ekonomi besar, India, Brazil, Tiongkok, Afrika Selatan sudah di situ dan negara-negara tetangga kita banyak yang sudah ke situ. Thailand, Malaysia nyatakan minat, Emirat Arab, Mesir,” jelas Prabowo pada 2024.

Alasan Indonesia Bergabung dengan BRICS

Prabowo menilai bahwa Indonesia perlu memiliki kehadiran dalam kelompok BRICS. Oleh karena itu, ia memutuskan bahwa Indonesia harus bergabung dengan aliansi ini. “Jadi kita ambil keputusan atau kita melihat bahwa saya kira Indonesia perlu juga punya kehadiran di tempat itu. Supaya kita baik di semua tempat lah,” kata dia.

Ia juga menyampaikan bahwa alasan Indonesia bergabung dengan BRICS adalah karena ingin berada dalam berbagai blok. “Indonesia ini kan tidak boleh ikut blok-blokan, tapi kita mau berada di mana-mana,” ungkap Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *