22 April 2026
KOMISI-VII-OK.jpeg

Kebijakan Pariwisata sebagai Motor Ekonomi Daerah

Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, menyampaikan pendapatnya mengenai pentingnya sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian daerah. Ia menekankan bahwa potensi yang dimiliki oleh Kota Tangerang, termasuk UMKM, budaya, dan Sungai Cisadane, harus dioptimalkan untuk meningkatkan kunjungan wisata dan pendapatan daerah.

Pada kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Kota Tangerang, Senin (13/4/2026), Siti menyampaikan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam pemerataan ekonomi di daerah. Menurutnya, destinasi buatan, wisata religi, hingga kuliner dapat menjadi kekuatan ekonomi baru jika dikelola secara optimal dan terintegrasi.

Kota Tangerang, sebagai kota terdekat dengan ibu kota, memiliki posisi strategis. Ia berharap daerah ini dapat merasakan kemajuan dan kesejahteraan secara merata bagi masyarakat. Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku UMKM, hingga sektor ekonomi kreatif.

“Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Semua harus terintegrasi dalam satu sinergi yang kuat dengan koordinasi yang baik bersama Kementerian Pariwisata,” tegasnya. Ia juga mendorong pemerintah daerah lebih proaktif dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal, dengan peran kepala daerah dan dinas terkait sebagai penggerak utama sektor ini.

Perkembangan Sektor Pariwisata di Kota Tangerang

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata di daerahnya menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Kota Tangerang kini tengah bertransformasi dari kota industri menjadi destinasi wisata urban yang semakin diperhitungkan di kawasan Jabodetabek.

Pada 2025, kunjungan wisatawan mencapai 13,9 juta, meningkat sekitar 1,4 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata yang mencapai Rp528 miliar. Sachrudin menegaskan bahwa pariwisata tidak hanya menghadirkan destinasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sekaligus sarana pelestarian budaya daerah.

Sinergi Lintas Kementerian dalam Pengembangan Wisata

Dari sisi pemerintah pusat, Kementerian Pariwisata memastikan komitmennya dalam mengawal sinergi lintas kementerian untuk pengembangan kawasan wisata Sungai Cisadane. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menyatakan bahwa kolaborasi antar kementerian menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan wisata.

“Kementerian Pariwisata sebagai leading sector akan memastikan sinergi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Lingkungan Hidup agar pengembangan kawasan wisata berjalan optimal,” ujarnya. Ia menambahkan, Sungai Cisadane memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan, terutama melalui penguatan atraksi berbasis kawasan seperti festival dan kegiatan wisata berkelanjutan.

“Kota Tangerang jangan hanya menjadi kota transit. Kita harus memastikan wisatawan datang, tinggal lebih lama, dan berbelanja di sini,” tegasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengembangan Wisata

Pemerintah Kota Tangerang pun menyambut positif dukungan dari pemerintah pusat. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menyatakan kesiapan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Dengan sinergi yang kuat, pengembangan wisata Sungai Cisadane diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi dan meningkatkan daya saing Kota Tangerang sebagai destinasi wisata perkotaan,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *