Peran Gizi dalam Pembangunan Anak: Pandangan dari Akademisi
Dalam sebuah diskusi yang diadakan oleh Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD), Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Teddy Prasetyono menyampaikan pentingnya memperhatikan gizi sejak dini. Ia menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu direposisi agar lebih tepat sasaran. Menurutnya, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah masa paling ideal untuk memberikan nutrisi yang optimal.
“Perhatian atas nutrisi sejak ada di dalam kandungan. Jadi di masa kehamilan,” ujar Teddy dalam pembacaan rekomendasi bidang Kesehatan FIAD di Kampus UI, Salemba, Jakarta Pusat, Senin, 13 April 2026.
Diskusi ini merupakan bagian dari Focus Group Discussion (FGD) bertema “Intelektual Antardisiplin Berbicara tentang Indonesia Hari Ini”. Dalam acara tersebut, para peserta membahas berbagai isu penting melalui tujuh kelompok diskusi, termasuk bidang kesehatan.
Teddy menekankan bahwa pemenuhan nutrisi yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan kognitif anak. Ia menjelaskan bahwa pemberian gizi idealnya dimulai sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 HPK. Tujuan dari upaya ini adalah mencegah stunting serta mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak janin.
“Meski begitu, pemberian nutrisi juga masih dimungkinkan diberi sampai anak usia 9 tahun,” tambahnya.
Menurut Teddy, dampak dari pemberian gizi yang tepat tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik, tetapi juga berdampak pada kemampuan belajar, pendidikan, dan kemampuan menghadapi kehidupan di masa depan.
Ia menilai penghentian sementara program MBG sejalan dengan upaya reposisi agar lebih tepat sasaran. “Pemberhentian itu bertujuan mengubah sasaran MBG sampai pada sasaran yang benar,” ujarnya.
Kegiatan FIAD: Membangun Pemikiran Baru
Ratusan akademisi perguruan tinggi dan aktivis berkumpul untuk membahas masalah bangsa di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Senin, 13 April 2026. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun suatu pemikiran baru.
Kegiatan ini diadakan oleh FIAD dengan format FGD bertema “Intelektual Antardisiplin Berbicara tentang Indonesia Hari Ini”. FIAD mengundang beberapa akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta. Diundang pula sejumlah aktivis dari berbagai latar belakang.
Berdasarkan daftar undangan, beberapa akademisi yang hadir antara lain:
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Tjandra Yoga Aditama
Akademisi Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Agustinus Setyo Wibowo
Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun
Guru besar hukum tata negara Universitas Padjadjaran Susi Dwi Harijanti
Dosen hukum tata negara Universitas Andalas (Unand) Feri Amsari
Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar
Ada pula sejumlah aktivis seperti:
Pengacara LBH Jakarta Daniel Winarta
Ketua YLBHI Muhammad Isnur
* Mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman
Isu yang Dibahas dalam Diskusi
Para peserta akan membahas berbagai isu penting yang terkait dengan bangsa. Beberapa isu yang dibahas antara lain:
Ekonomi
Pangan
Kesehatan
Energi dan sumber daya alam
Hukum
Sosial
Budaya
Pendidikan tinggi
Isu-isu tersebut akan dibahas dalam format 7 kelompok diskusi. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan dapat muncul solusi-solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.