24 April 2026
Antrean-calon-penumpang-LRT-Sumsel-antre-masuk-kereta-di-salah-satu-stasiun.jpg

LRT Sumsel Catat Peningkatan Penggunaan Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

Layanan Kereta Ringan (LRT) Sumatera Selatan mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna selama masa angkutan Lebaran 2026. Selama periode 13 hingga 26 Maret 2026, LRT Sumsel melayani sebanyak 213.150 penumpang atau rata-rata harian sekitar 15.225 penumpang. Peningkatan ini tercatat di berbagai titik stasiun yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan, khususnya di Kota Palembang.

Peningkatan jumlah penumpang ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama di wilayah perkotaan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) bahkan menambah jumlah perjalanan LRT dari 94 menjadi 102 perjalanan per hari pada periode 22 hingga 25 Maret 2026. Penambahan frekuensi perjalanan ini dilakukan untuk memastikan layanan transportasi publik tetap aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.

Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti komitmen KAI dalam meningkatkan kualitas layanan. “Penambahan frekuensi perjalanan selama masa libur Lebaran menjadi salah satu faktor mendukung kelancaran mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Aida menjelaskan bahwa peningkatan jumlah perjalanan efektif dalam mengakomodasi lonjakan penumpang, terutama pada masa arus balik dan libur panjang. Selain itu, peningkatan juga dipengaruhi oleh mulai aktifnya kembali para pekerja sejak 25 Maret 2026, serta masih berlangsungnya libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti bersilaturahmi, berwisata, ataupun beraktivitas di pusat kota.

Dampak Ekonomi dari Peningkatan Pengguna LRT

Peningkatan jumlah penumpang LRT sangat berpengaruh pada kegiatan ekonomi warga, khususnya di pusat Kota Palembang. Contohnya di dekat Stasiun Ampera yang dekat dengan pusat ekonomi serta aktivitas rakyat, seperti Pasar 16 Ilir, Benteng Kuto Besak, dan Masjid Agung Palembang.

“Karena stasiun-stasiun melewati fasilitas publik, pusat perekonomian, pusat perbelanjaan. Misalnya Stasiun Ampera dekat dengan perbelanjaan ekonomi rakyat,” katanya.

LRT Sumsel turut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan mendorong masyarakat memanfaatkan kehadiran UMKM ritel di area stasiun. Selama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, LRT Sumsel menyediakan ruang usaha (tenant) bagi pelaku UMKM di sejumlah stasiun strategis, seperti Stasiun Ampera, Asrama Haji, Bumi Sriwijaya, Polrestabes, dan DJKA. Tenant-tenant tersebut menghadirkan beragam produk lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga makanan dan minuman.

“Kami tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga berupaya memberikan nilai tambah melalui pemberdayaan UMKM lokal. Harapannya, kehadiran LRT Sumsel dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta menjadi pengalaman yang aman, nyaman, menyenangkan, dan efisien bagi seluruh pengguna,” kata Aida.

Pengalaman Pengguna LRT Sumsel

Salah satu pemudik pada Lebaran ini, Achyar, turut menikmati layanan LRT Sumsel. Ia pun mampir ke Sentral Kampung Pempek untuk membeli oleh-oleh. Ia sudah langganan ke tempat ini karena menawarkan harga yang ramah di kantong dengan beragam pilihan.

“Ya cari oleh-oleh di sini, sudah dari dulu karena harganya murah. Terus enggak susah carinya, misalnya mau jenis pempek apa,” ucap dia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *