Peran Koperasi Besar dalam Mendukung Koperasi Desa
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menunjukkan keinginan untuk menjadikan koperasi berskala besar seperti Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo) sebagai “kakak asuh” bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia menilai bahwa pengembangan KDKMP membutuhkan sinergi dan bantuan dari berbagai pihak, termasuk koperasi besar yang memiliki pengalaman dan kemampuan bisnis yang lebih matang.
Ferry menyampaikan harapan agar terdapat penjajakan kerja sama antara Kopelindo dengan KDKMP di Kota Surabaya atau Jawa Timur. Dengan aset, kemampuan, dan pengalaman bisnis yang dimiliki, koperasi besar seperti Kopelindo akan mampu membimbing KDKMP dalam mengembangkan usaha mereka.
Diketahui, Kopelindo telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Asetnya meningkat dari Rp 712 miliar menjadi Rp 788 miliar, pendapatan meningkat dari Rp 262 miliar menjadi Rp 270 miliar, serta sisa hasil usaha meningkat dari Rp 19,4 miliar menjadi Rp 20,3 miliar. Keanggotaan Kopelindo juga meningkat menjadi 6.040 orang dari 5.825 orang.
Sinergi dalam Pusat Distribusi
Di Jawa Timur saja, terdapat sekitar 8.949 KDKMP, yang artinya ada sekitar 8.494 retail. Untuk memenuhi kebutuhan distribusi barang, diperlukan pusat distribusi di setiap kabupaten/kota. Oleh karena itu, Kopelindo dapat bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun mitra bisnis lainnya untuk menjadi pusat distribusi tersebut.
Pusat distribusi ini akan mengumpulkan barang-barang dari retail yang dikelola oleh KDKMP di Surabaya maupun wilayah Jawa Timur. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis koperasi yang baik, di mana semua pihak saling mendukung dan berkembang bersama.
Ferry menegaskan bahwa jika BUMN bisa melakukan sinergi, maka koperasi juga harus belajar membangun sinergi antar sesama koperasi. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran koperasi dalam perekonomian nasional.

Sejumlah pekerja melakukan pengecoran di lokasi pembangunan gerai fisik Koperasi Desa Merah Putih, Desa Tegowangi, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). – (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Prioritas Produk Lokal dan UMKM
Ferry juga menekankan bahwa keberadaan KDKMP memberikan peluang besar untuk memajukan produk lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia mengatakan bahwa gerai KDKMP akan menjual berbagai kebutuhan pokok hingga obat-obatan, serta memanfaatkan potensi daerah setempat.
Ia menyarankan kepada pelaku UMKM untuk mengikuti program kurasi dan inkubasi yang disediakan oleh KDKMP. Dengan demikian, produk-produk lokal akan memiliki nilai tambah dan siap dipasarkan di etalase gerai KDKMP.
Meskipun saat ini terdapat sekitar 83.000 KDKMP di Indonesia, Ferry ingin masyarakat tidak takut untuk menciptakan produk sendiri. Ia menilai bahwa selama ini banyak UMKM khawatir produk mereka tidak laku di pasar modern atau kesulitan dalam ekspor. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah dan mitra akan membantu melalui program inkubasi dan pembiayaan.
Ferry mencontohkan beberapa produk sederhana yang bisa dibuat, seperti sabun, shampoo, detergen, sambal, kecap, saus, makanan, dan roti. Produk-produk ini akan dikurasi dan diinkubasi agar layak dipasarkan di gerai KDKMP.
Membangun Kepercayaan Diri Masyarakat
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan penjualan produk lokal di seluruh gerai KDKMP. Dengan demikian, masyarakat akan semakin percaya diri dalam menciptakan produk yang bernilai tinggi dan dapat dinikmati oleh warga sekitar.
Ferry menekankan bahwa jika masyarakat secara masif dan aktif menciptakan produk lokal, maka akan terjadi perputaran ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga akan menciptakan lapangan kerja yang luas, terutama bagi generasi Z dan milenial yang saat ini sedang membutuhkan pekerjaan.
Ia menambahkan bahwa tidak perlu takut produk lokal tidak laku dijual. Ia memastikan bahwa barang-barang yang telah dikurasi dan diinkubasi akan dipajang di rak-rak paling depan di KDKMP. Dengan begitu, masyarakat akan lebih percaya pada produk lokal dan membantu perekonomian daerah.