Pendapatan WSBP Turun 20% di Tahun 2025
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melaporkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,57 triliun selama tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 20% dibandingkan pendapatan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,91 triliun. Meski mengalami penurunan, perusahaan tetap berhasil menjaga kinerja operasional dan efisiensi dalam berbagai proyek infrastruktur besar.
Kontribusi Segmen Usaha
Kontribusi terbesar pendapatan WSBP berasal dari segmen beton precast yang mencatatkan nilai sebesar Rp 740,43 miliar atau sekitar 47,2% dari total pendapatan usaha. Selanjutnya, segmen Readymix and Quarry memberikan kontribusi sebesar Rp 504,65 miliar atau 32,1%, sedangkan segmen Jasa Konstruksi menyumbang Rp 324,50 miliar atau sekitar 20,7%.
Proyek Infrastruktur Utama
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, menjelaskan bahwa pencapaian perusahaan selama 2025 didorong oleh kontribusi dalam berbagai proyek prioritas di Indonesia. Beberapa proyek utama yang dilibatkan antara lain:
- Proyek Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 2
- Proyek Jalan Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3B
- Proyek Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 3
- Pembangunan Sekolah Rakyat
- Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura TA 2025
“WSBP terus berupaya menjaga produktivitas dan kualitas layanan melalui pengelolaan operasional yang lebih efisien dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur tanah air,” ujar Fandy dalam keterangannya.
Laba Kotor dan Efisiensi Operasional
Selain itu, WSBP juga membukukan laba kotor sebesar Rp 274,47 miliar dengan gross profit margin (GPM) sebesar 17,5%. Angka ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional serta optimalisasi proses produksi dan pelaksanaan proyek.
Manajemen WSBP terus menjalankan berbagai langkah efisiensi untuk memperkuat kinerja keuangan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil menurunkan biaya penjualan sebesar 27,78% serta menekan biaya umum dan administrasi hingga 19,66%. Upaya ini merupakan hasil dari implementasi strategi efisiensi biaya yang dilakukan secara konsisten di berbagai lini operasional perusahaan.
Strategi Penguatan Pasar
“WSBP terus mendorong strategi penguatan pasar, efisiensi dan optimalisasi proses bisnis guna menjaga stabilitas kinerja perusahaan dan memastikan keberlanjutan usaha di tengah volatilitas ekonomi global,” tambah Fandy.
Kerugian Tahun Berjalan
Hingga akhir 2025, WSBP masih membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp 537,36 miliar. Namun, kerugian tersebut berhasil ditekan hingga 46% dari posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 997,30 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan terus berupaya meningkatkan kinerja dan efisiensi meskipun menghadapi tantangan ekonomi global.