25 April 2026
AA1YPs7v.jpg

Peningkatan Jumlah Penumpang dan Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk

Selama periode H-10 hingga H-5, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencapai 309.135 orang. Angka ini meningkat sebesar 0,7% dibandingkan dengan jumlah pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 306.839 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang telah menyeberang selama periode tersebut tercatat sebanyak 97.787 unit, naik 2,8% dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 95.080 unit. Lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Pada tanggal 16 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB (H-5), tercatat sebanyak 76.495 penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Angka ini meningkat 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 74.321 orang.

Dalam hal kendaraan, jumlah yang menyeberang pada periode tersebut mencakup 14.398 unit sepeda motor, 6.350 unit kendaraan roda empat, 1.339 unit truk, serta 938 unit bus. Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang pada H-5 mencapai 23.025 unit.

Kepadatan Lalu Lintas di Pelabuhan Gilimanuk

Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano menjelaskan bahwa arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk tetap bergerak meskipun antrean kendaraan terpantau padat selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Kejadian ini dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat yang berupaya menyeberang lebih awal sebelum penutupan sementara lintasan Gilimanuk–Ketapang serta Padangbai–Lembar dalam rangka Hari Raya Nyepi pada 18–20 Maret 2026.

Selain tingginya volume kendaraan, kondisi antrean juga turut dipengaruhi oleh dinamika lalu lintas di sepanjang jalur menuju kawasan Gilimanuk. Hal ini termasuk aktivitas masyarakat di sejumlah titik layanan umum seperti area pengisian bahan bakar maupun fasilitas pendukung perjalanan lainnya.

Melalui berbagai langkah percepatan layanan, antrean kendaraan yang sebelumnya sempat mencapai sekitar 36 kilometer kini mulai berangsur terurai. Saat ini, antrean terpantau padat mengalir dengan panjang kurang dari 20 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk.

“ASDP melakukan berbagai upaya maksimal dengan mengoptimalkan kapal, dermaga, serta pengaturan operasional agar arus kendaraan tetap bergerak. Kami memahami banyak pengguna jasa yang mengejar waktu perjalanan sebelum penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi, sehingga seluruh sumber daya kami kerahkan untuk mempercepat layanan penyeberangan,” ujar Yossi.

Upaya Memperlancar Arus Lalu Lintas

General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko mengatakan bahwa bersama mitra di lapangan, berbagai rekayasa lalu lintas turut diberlakukan untuk membantu memperlancar arus kendaraan menuju pelabuhan.

“Kendaraan kecil juga diarahkan menuju area Buffer Zone Kargo yang saat ini terpantau terisi guna mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan,” ujar Arief.

Dari sisi operasional, lintasan Ketapang–Gilimanuk saat ini dijalankan dengan pola operasi sangat padat. Untuk meningkatkan kapasitas layanan, ASDP mengerahkan 34 unit kapal.

Selain itu, ASDP juga menerapkan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) di sejumlah dermaga yakni MB2, MB4, LCM, dan Bulusan.

“Sebanyak 24 kapal dikerahkan untuk melayani skema TBB, di mana kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan baru, sehingga perputaran kapal menjadi lebih cepat,” ujar Arief.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *