24 April 2026
AA1VQPvo.jpg

Penemuan Menarik di Laut Dalam Argentina

Para ahli biologi kelautan dari Schmidt Ocean Institute melakukan penelitian yang mengejutkan di laut Argentina. Mereka menemukan berbagai makhluk laut dalam yang belum pernah dikenal sebelumnya, namun pada saat yang sama juga menemukan sampah plastik buatan manusia.

Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan dari Schmidt Ocean Institute menggunakan kapal riset bernama Falkor (also). Mereka sering menjelajahi laut dalam dan telah dikenal kerap menemukan spesies laut yang aneh dan langka. Pada awal tahun 2026, mereka membagikan penemuan yang mengejutkan.

Penelitian tentang Rembesan Dingin

Awalnya, para peneliti ingin mempelajari rembesan dingin, yaitu area di dasar laut tempat gas metana dan zat kimia lainnya keluar dari dasar laut. Zat ini menjadi sumber makanan bagi mikroba. Mikroba tersebut kemudian dimakan oleh hewan laut lain seperti cacing tabung, kerang, dan remis. Area ini merupakan rantai makanan khusus di laut dalam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim hanya menemukan satu rembesan dingin aktif. Namun, hal yang mengejutkan adalah meskipun hanya satu rembesan dingin yang ditemukan, jumlah makhluk hidup di wilayah tersebut sangat banyak dan keanekaragaman spesiesnya sangat tinggi.

Kekayaan Kehidupan Laut Dalam

Hal ini membuat para peneliti tidak menyangka jika laut dalam Argentina memiliki kekayaan kehidupan yang luar biasa. Mereka memperkirakan telah menemukan 28 spesies baru, seperti siput laut, landak laut, anemon, dan cacing laut. Sebagian besar hewan ini hidup di terumbu karang Bathelia candida terbesar yang pernah diketahui, dengan ukuran hampir sebesar Kota Vatikan.

Selain itu, para peneliti juga menemukan ubur-ubur yang sangat langka yang dikenal sebagai ubur-ubur hantu (Stygiomedusa gigantea). Ubur-ubur ini dapat tumbuh hingga sepanjang bus sekolah. Jika biasanya ubur-ubur kita anggap sebagai hewan lucu dan menggemaskan, pemandangan tersebut berbeda ketika ditemukan di laut dalam yang gelap dan menyeramkan.

Penemuan Lainnya

Penemuan lainnya adalah bangkai paus yang ditemukan sekitar 2,4 mil di bawah permukaan laut. Bangkai tersebut kini menjadi habitat sementara bagi berbagai hewan laut, seperti hiu, kepiting, dan organisme laut lainnya.

Direktur Eksekutif Schmidt Ocean Institute, Jyotika Virmani, menyatakan bahwa laut menyimpan banyak misteri sebagai ruang hidup di Bumi. Kehidupan laut bisa sama banyak, atau bahkan lebih banyak dibandingkan kehidupan di darat. Menurutnya, manusia baru mengetahui sebagian kecil dari kehidupan laut.

“Mungkin lebih banyak lagi karena lautan mengandung 98 persen ruang hidup di planet ini,” kata Virmani dikutip dari Popular Science (7/2/2026).

Sampah Manusia di Laut Dalam

Yang tidak kalah mengejutkan adalah ditemukannya sampah manusia yang telah mencapai wilayah laut yang sangat dalam dan jauh. Sampah tersebut meliputi kantong plastik, jaring ikan, hingga kaset VHS lama yang masih hampir utuh karena plastik sangat sulit terurai.

Selama beberapa tahun terakhir, para ilmuwan di atas kapal penelitian Falkor (also) telah menemukan cumi-cumi Antartika yang langka, beberapa gurita di dekat Kosta Rika, serta mengatalogkan lebih dari 100 spesies baru potensial di lepas pantai Chili.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *