Sidak LPG 3 Kg Jelang Ramadan 2026, Polres Jember Pastikan Stok dan Harga Sesuai Aturan
Polres Jember, Jawa Timur, kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap agen dan pangkalan LPG 3 kilogram menjelang bulan Ramadan 2026. Kegiatan ini dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Jember dalam rangka memastikan distribusi dan ketersediaan gas bersubsidi berjalan sesuai aturan serta tidak ada penimbunan atau penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran sidak adalah Agen Dwi Putera Bhakti di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Agen tersebut merupakan salah satu penyuplai utama LPG 3 kilogram ke berbagai pangkalan di wilayah Jember.
Kepala Unit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Ipda Harry Sasono, menjelaskan bahwa tujuan dari sidak ini adalah untuk memastikan distribusi LPG subsidi berjalan lancar dan stok tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan untuk menghindari praktik tidak sehat seperti penimbunan atau penjualan di atas harga resmi.
“Sidak ini bertujuan memastikan distribusi LPG subsidi berjalan sesuai ketentuan serta menjamin ketersediaan stok bagi masyarakat yang berhak menerima,” ujar Harry pada Jumat (30/1/2026).
Menurut Harry, permintaan LPG 3 kilogram biasanya meningkat signifikan menjelang Ramadan. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dengan cara menimbun atau menjual di atas HET. Oleh karena itu, sidak dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyaluran LPG subsidi.
Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa ketersediaan stok, mekanisme distribusi, hingga kelengkapan administrasi penyaluran LPG bersubsidi. Selain itu, Satgas Pangan juga memberikan imbauan langsung kepada pemilik pangkalan dan pengecer agar menjual LPG 3 kilogram sesuai harga yang berlaku.
“Kami juga memberikan imbauan kepada pemilik pangkalan dan pengecer agar menjual LPG 3 Kg sesuai harga yang berlaku,” tambah Harry.
Harry menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan dan Idul Fitri untuk meraup keuntungan tidak wajar. Langkah ini diambil agar masyarakat merasa tenang dan distribusi LPG subsidi tetap tepat sasaran.
Ia juga mengakui bahwa beberapa waktu lalu sempat terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram di Jember. Namun, kondisi tersebut dipastikan sudah teratasi.
“Kelangkaan sebelumnya disebabkan keterlambatan pengiriman dari Pertamina. Saat ini distribusi gas bersubsidi di wilayah Jember telah kembali berjalan normal,” tambahnya.
Langkah-Langkah yang Dilakukan dalam Sidak LPG 3 Kg
- Petugas memeriksa ketersediaan stok LPG 3 kg di berbagai agen dan pangkalan
- Mengecek mekanisme distribusi dan kelengkapan administrasi penyaluran
- Memberikan imbauan langsung kepada pemilik pangkalan dan pengecer
- Memastikan harga jual sesuai HET yang ditetapkan pemerintah
- Melakukan pengawasan intensif untuk mencegah penimbunan atau penjualan ilegal
Pentingnya Pengawasan Distribusi LPG Bersubsidi
Pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan dapat mengakses gas tersebut secara adil dan merata. Dengan sidak yang dilakukan oleh Satgas Pangan Polres Jember, diharapkan tidak ada lagi praktik penimbunan atau penjualan di atas harga resmi yang merugikan konsumen.
Selain itu, pengawasan ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan LPG menjelang Ramadan dan Idul Fitri, dua momen penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, masyarakat dapat mempersiapkan diri tanpa khawatir terhadap kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar.
Kesimpulan
Kegiatan sidak yang dilakukan oleh Polres Jember merupakan langkah proaktif dalam mengantisipasi potensi masalah dalam distribusi LPG bersubsidi. Dengan pengawasan yang ketat dan komunikasi yang baik antara pihak terkait, diharapkan stok LPG 3 kg tetap aman dan harga sesuai aturan. Hal ini akan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat, terutama saat memasuki bulan puasa dan hari raya idul fitri.