25 April 2026
AA1VicNK.jpg



Gunung Semeru kembali mengalami erupsi tiga kali pada Jumat (30/1) pagi. Tinggi letusan mencapai 1 kilometer (km) dengan berbagai peristiwa yang tercatat oleh petugas dan alat pengamatan.

Erupsi Pertama

Erupsi pertama terjadi pada pukul 04.44 WIB. Kolom abu yang teramati memiliki tinggi sekitar 800 meter di atas puncak atau setara dengan 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl). Warna kolom abu bervariasi dari putih hingga kelabu, dengan intensitas tebal yang mengarah ke arah timur laut dan timur.

Peristiwa ini juga tercatat oleh seismograf dengan amplitudo maksimum sebesar 22 milimeter (mm) dan durasi selama 154 detik.

Erupsi Kedua

Erupsi kedua terjadi pada pukul 05.16 WIB. Tinggi kolom abu meningkat dibandingkan erupsi pertama, yaitu sekitar 900 meter di atas puncak (4.576 mdpl). Kolom abu tersebut tetap berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, namun arahnya kini lebih ke arah timur.

Seismograf merekam erupsi ini dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 122 detik.

Erupsi Ketiga

Erupsi ketiga terjadi pada pukul 05.52 WIB. Tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak (4.676 mdpl), menjadikannya sebagai erupsi terbesar dalam rangkaian peristiwa ini. Kolom abu tetap berwarna putih hingga kelabu dan arahnya mengarah ke timur.

Perekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 108 detik.

Status Aktivitas Gunung Semeru

Sigit Rian Alfian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, menjelaskan bahwa gunung ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Hal ini berarti masyarakat harus sangat waspada dan mengikuti rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Beberapa rekomendasi yang diberikan antara lain:

  • Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang sungai Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
  • Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
  • Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Area yang rentan termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Potensi lahar juga bisa terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi resmi dan menjaga keselamatan diri serta lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *