24 April 2026
AA1TPm8a.jpg

Kegiatan Panen Raya Jagung oleh Polri

Polri melakukan kegiatan panen raya jagung secara serentak di 36 wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menghasilkan total produksi sebesar 743.522 ton jagung, yang menjadi bentuk komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan hasil kerja selama kurang lebih satu tahun terakhir, sejalan dengan target Presiden dalam mewujudkan swasembada jagung nasional.

“Kurang lebih selama satu tahun, sesuai target Bapak Presiden, kami memaksimalkan upaya untuk mewujudkan swasembada jagung. Alhamdulillah, kami berupaya mencari lahan yang dapat ditanami dan berhasil mendapatkan kurang lebih 1,3 juta hektare,” ujar Listyo saat menghadiri panen raya di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (8/1).

Lokasi dan Produksi Jagung

Panen raya yang dipusatkan di Kabupaten Bekasi menjadi pembuka dari keseluruhan panen di lahan seluas 47.830 hektare dengan estimasi hasil produksi mencapai 743.522 ton jagung. Pada hari pertama pelaksanaan, panen raya serentak dilakukan di lahan seluas 1.191 hektare dengan estimasi produksi sekitar 11.912 ton jagung di seluruh Indonesia.

Di titik pusat kegiatan, panen dilakukan di area seluas 25 hektare yang merupakan lahan binaan Polda Metro Jaya. Dari lokasi tersebut, diperkirakan sekitar 100 ton jagung jenis pipilan kering dengan kadar air 14 persen berhasil dipanen.

Pengembangan Lahan Tanam Jagung

Dari total 1,3 juta hektare lahan tanam jagung yang telah diidentifikasi, sekitar 586.000 hektare telah ditanami. Sementara itu, sekitar 700.000 hektare lainnya diproyeksikan untuk ditanami secara keseluruhan pada tahun ini.

Listyo menambahkan bahwa kontribusi Polri dalam program swasembada pangan nasional untuk komoditas jagung telah mencapai 3,4 hingga 3,5 juta ton. Dengan tambahan produksi tersebut, diharapkan swasembada pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.

“Harapan kami, cadangan jagung nasional dapat tercukupi untuk kebutuhan pasar, baik swasta nasional, industri pakan ternak, maupun kebutuhan cadangan nasional. Jika surplus, sisanya dapat diekspor,” ujarnya.

Partisipasi Petani dalam Program Swasembada Pangan

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Inspektur Jenderal Anwar, menambahkan bahwa Polri melibatkan sedikitnya 527 kelompok tani dengan total 3.616 petani di seluruh Indonesia dalam program swasembada pangan komoditas jagung.

“Polri senantiasa mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya swasembada jagung, melalui Gugus Tugas Polri di bidang ketahanan pangan dengan berbagai kegiatan dan inovasi yang strategis, masif, dan berkelanjutan,” katanya.

Apresiasi dari Menteri Pertanian

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi dukungan Polri dan berbagai pihak lainnya dalam percepatan swasembada pangan. Menurutnya, target swasembada yang semula direncanakan tercapai dalam empat tahun, kini dapat diwujudkan hanya dalam waktu sekitar satu tahun.

“Dukungan Kapolri dan jajaran sangat besar sehingga swasembada pangan bisa tercapai dalam waktu singkat. Ini akan meningkatkan pendapatan petani, mengurangi kemiskinan, dan menekan angka pengangguran. Atas nama 1,6 juta petani Indonesia, kami mengucapkan terima kasih,” kata Amran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *