Perkuat Kemandirian Energi, Pertamina dan Pindad Kolaborasi dalam Inovasi Teknologi
Pertamina terus berupaya memperkuat langkah nyata dalam mewujudkan swasembada energi nasional. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi strategis yang berbasis inovasi teknologi dalam negeri. Salah satu contohnya adalah uji teknologi Pertastream serta penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) Natural Gas bersama PT Pindad (Persero) di Bandung, pada Selasa (6/1). Sinergi antara dua BUMN ini menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri.
Pertastream: Teknologi Inspeksi Pipa Migas Berbasis Ultrasonik
Pertastream merupakan teknologi inspeksi pipa migas berbasis ultrasonik pertama yang hasil karya anak bangsa. Teknologi ini lahir dari kolaborasi antara Pertamina, Elnusa, dan Pindad. Dengan kehadirannya, Pertastream menunjukkan bahwa Indonesia mampu memproduksi solusi teknologi tinggi secara mandiri.
Pertastream dirancang untuk mendeteksi korosi dan retakan pada pipa migas dengan akurasi tinggi. Namun, alat ini lebih ringan dan efisien dibandingkan metode konvensional. Keandalan infrastruktur ini sangat krusial dalam memastikan distribusi energi ke seluruh pelosok negeri tetap lancar, sehingga ketahanan pasokan energi terjaga.
Komitmen Pertamina untuk Kedaulatan Energi
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa inovasi seperti Pertastream adalah bagian dari dedikasi Pertamina dalam menjaga kedaulatan energi. “Kemandirian teknologi adalah kunci menuju swasembada energi. Dengan Pertastream, kita memastikan seluruh infrastruktur pipa migas dari hulu ke hilir tetap andal dan aman secara mandiri,” ujar Simon.
Ia menambahkan, “Ini adalah persembahan kami sebagai anak bangsa yang cinta Tanah Air, demi kemajuan dan kepentingan bangsa.” Simon juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh pihak lain dalam pengembangan teknologi ini.
Studi Bersama dalam Pengembangan Teknologi Gas Alam
Selain teknologi inspeksi, Pertamina dan Pindad juga sepakat melakukan studi bersama dalam pengembangan aplikasi teknologi berbasis gas alam (Natural Gas). Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi gas domestik sebagai energi transisi yang mendukung kemandirian energi nasional.
“Kami mendukung penuh validasi inovasi ini melalui tahap non-komersial agar saat diimplementasikan secara luas, teknologi ini benar-benar tangguh. Ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tapi misi bersama untuk meningkatkan nilai tambah nasional,” tambah Simon. Ia didampingi oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dalam kesempatan tersebut.
Simon juga menyampaikan harapan bahwa kolaborasi antara PT Pindad dan Pertamina akan semakin maju. “Kita bersama-sama sebagai anak bangsa, pribadi-pribadi yang cinta Tanah Air dan Merah Putih, tentunya berfikir menyumbangkan semua dedikasi kita untuk kemajuan perusahaan, dan yang lebih penting adalah untuk kemajuan dan kepentingan bangsa dan negara,” tegas Simon.
Apresiasi dari PT Pindad
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, turut mengapresiasi dukungan Pertamina. Ia berharap hasil kolaborasi ini memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan sektor migas nasional. “Sinergi ini membuktikan bahwa penguatan industri pertahanan dan industri energi nasional dapat berjalan beriringan untuk mendukung visi besar Indonesia,” tutup Sigit.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Melalui penguatan teknologi domestik dan optimalisasi gas alam, Pertamina berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak dalam mencapai swasembada energi yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kolaborasi antara Pertamina dan Pindad menjadi salah satu contoh nyata dari upaya bersama dalam membangun masa depan energi yang lebih mandiri dan tangguh.