Kunjungan Ketua DPD PDIP Sumut ke Wilayah Terdampak Bencana
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon MM, melakukan kunjungan ke wilayah Parmonangan di Tapanuli Utara untuk memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak bencana alam. Kunjungan ini dilakukan pada 17 Desember 2025, setelah sebelumnya ia mengunjungi Kabupaten Tapteng dan Kota Sibolga.
Hujan yang masih terus berlangsung membuat kondisi jalan menjadi licin dan rawan longsor. Namun, hal ini tidak menghalangi langkah Ketua DPD PDIP tersebut untuk menyapa warga dan memastikan kondisi mereka. Ia menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, melalui jalan sempit yang sebagian tergerus air, lereng curam, serta henti berkali-kali akibat hujan deras.
Bantuan Sembako untuk 500 KK
Di Desa Hutajulu, Kecamatan Parmonangan, Rapidin menyerahkan bantuan sembako kepada sekitar 500 kepala keluarga yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan tersebut dibagikan ke beberapa desa seperti:
- Desa Hutajulu (200 KK)
- Desa Pertengahan (160 KK)
- Pengurus dan anggota ranting PDI Perjuangan yang turut terdampak (40 KK)
- Tambahan 110 KK yang penyalurannya harus dipercepat karena ancaman cuaca ekstrim
Selain sembako, Rapidin juga memastikan adanya bantuan langsung bagi warga yang rumahnya rusak parah akibat longsoran tanah. Bantuan tersebut akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing korban, dengan syarat pendataan dan dokumentasi kerusakan. Warga diminta untuk melengkapi foto rumah yang rusak agar dapat diproses lebih cepat.
Peran Partai dalam Membantu Warga
“Ini bukan sekadar bantuan. Ini kewajiban moral. PDI Perjuangan harus hadir di tengah rakyat, terutama saat mereka kehilangan rumah, keluarga, dan rasa aman,” ujar Rapidin di sela pembagian bantuan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Taput, Jimmi Tambunan, menyebut duka warga Parmonangan adalah duka bersama. “Serahkan semuanya kepada Tuhan. Tapi sebagai manusia, kita wajib saling menopang agar kehidupan bisa dibangun kembali,” katanya lirih.
Bantuan yang disalurkan kali ini meliputi:
- 200 karung beras @5 kilogram
- 200 kilogram minyak goreng
- 1.400 bungkus mi instan
Bantuan tersebut diserahkan bersama Ketua DPRD Taput Arifin Rudi Nababan, Sekretaris DPC PDIP Sabungan Parapat, dan jajaran pengurus partai.
Ancaman Cuaca Ekstrim dan Kebutuhan Bantuan Darurat
Pada hari berikutnya, kunjungan dilanjutkan karena ancaman cuaca ekstrim. Data terakhir mencatat 23 orang meninggal dunia akibat rangkaian bencana di Kabupaten Tapanuli Utara. Puluhan rumah rusak, sedikitnya empat jembatan putus, dan sejumlah desa—termasuk Huta Tua dan Pertengahan—sempat terisolasi. Jalur utama Taput–Sibolga tertutup di banyak titik, sementara listrik padam berhari-hari.
Melihat skala kerusakan dan dampak sosial yang luas, Rapidin mendesak pemerintah pusat menetapkan bencana Tapanuli Utara sebagai bencana nasional. “Ini bukan bencana kecil. Medannya berat, wilayahnya luas, korban jiwa banyak, dan pemulihan tak bisa ditangani daerah sendiri. Negara harus hadir penuh, dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Pesan Harapan di Tengah Kegelapan
Bagi warga Parmonangan, bantuan itu memang belum menghapus luka. Namun di tengah jalan yang rusak dan hujan yang belum reda, kehadiran yang menembus medan sulit memberi satu pesan sederhana: mereka belum ditinggalkan.