25 April 2026
couscous-dari-1024x1024.png

Kerja Sama Energi Terbarukan Antara Jeju dan Jakarta serta Yogyakarta

Pemerintah Provinsi Otonomi Khusus Jeju sedang mempertimbangkan kerja sama pengembangan energi terbarukan dengan DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, menjelaskan bahwa Jeju memiliki keleluasaan dalam mengelola wilayahnya, termasuk menjadi pionir dalam penggunaan energi bersih.

“Salah satu yang ingin mereka kembangkan dengan Jakarta adalah menyalin dan menerapkan kemandirian energi dengan energi terbarukan di pulau-pulau di Kepulauan Seribu, sebagaimana yang dilakukan di Jeju,” ujarnya. Ide ini terlihat masuk akal karena tantangan energi di pulau kecil mirip dengan kondisi Jeju. Jika kerja sama ini terealisasi, Kepulauan Seribu bisa menjadi laboratorium hidup untuk teknologi energi bersih Asia. Bukan mustahil, pulau-pulau kecil di Indonesia justru menjadi titik awal revolusi energi terbarukan.

Tahap Pematangan Konsep dan Pembahasan Awal dengan Yogyakarta

Cecep menyampaikan bahwa pembahasan kerja sama energi terbarukan antara Jeju dan Jakarta kini sudah berada di tahap pematangan konsep. Pada saat yang sama, Jeju juga membidik kerja sama serupa dengan Provinsi DI Yogyakarta. “Dengan Yogyakarta masih dalam pembahasan awal. Tapi artinya, kerja sama yang terjalin tidak hanya pertukaran masyarakat, tapi juga bagaimana potensi kedua wilayah bisa saling melengkapi,” katanya.

Kalimat itu menunjukkan bahwa Jeju tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar, tetapi sebagai mitra jangka panjang. Pengalaman Jeju dalam membangun sistem energi bersih dinilai bisa menjadi pola yang relevan bagi kota-kota yang sedang bertransformasi. Kerja sama semacam ini punya dampak lebih dari sekadar teknologi—ia memberi ruang bagi tukar pengalaman dan inovasi lintas negara.

Riwayat Panjang Kerja Sama dengan Bali dan Sektor Wisata

Selain sektor energi, Cecep mengungkapkan bahwa kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Jeju sudah berlangsung lama. Jeju bahkan telah menjalin kemitraan dengan Bali selama 36 tahun, menjadikannya salah satu kemitraan antarwilayah terpanjang di kawasan. Program yang dikerjakan meliputi pelatihan, pendidikan, hingga promosi wisata bersama.

Riwayat panjang ini menjadi fondasi kuat untuk memperluas kerja sama ke sektor lain seperti energi dan digitalisasi. Jeju melihat Indonesia bukan hanya sebagai tujuan wisatawan, tetapi sebagai mitra pembangunan berkelanjutan. Di sisi lain, Indonesia bisa belajar banyak dari Jeju, terutama mengenai keseimbangan antara pariwisata dan konservasi energi. Keduanya sama-sama ingin tumbuh tanpa merusak alam.

Transisi Energi dan Digitalisasi untuk Jadi Destinasi Berkelanjutan

Gubernur Jeju, Oh Young-hun, dalam wawancara bersama jurnalis ASEAN, menegaskan bahwa provinsinya sedang mempercepat transisi energi dan digitalisasi. “Untuk menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan, kami harus mengejar target transisi energi dan digitalisasi. Kami juga terus mendorong sistem energi terdistribusi serta terus meningkatkan bauran energi baru, termasuk lewat hidrogen,” ungkapnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Jeju tak sekadar mengandalkan alamnya yang indah, tetapi juga membangun masa depan energi yang bersih dan efisien. Digitalisasi dilihat sebagai jembatan untuk mengatur konsumsi energi dan memaksimalkan produksi dari sumber terbarukan. Jeju ingin menjadi contoh bahwa wisata massal dan keberlanjutan bisa berjalan seimbang. Bagi Indonesia, pendekatan ini bisa menjadi referensi penting dalam mengelola destinasi wisata besar seperti Bali, Lombok, atau Labuan Bajo.

Mencapai 100 Persen Listrik Energi Terbarukan pada April 2025

Jeju memiliki rencana besar, Carbon Neutral 2035. Karena itu, mereka agresif melakukan transisi energi mendasar berbasis energi terbarukan dan hidrogen hijau. Pada April 2025, Jeju mencetak sejarah sebagai wilayah pertama di Korea Selatan yang mencapai 100 persen listrik dari energi terbarukan. Pencapaian itu didukung oleh pembangkit listrik tenaga angin dan surya serta jaringan kabel bawah laut yang menyalurkan surplus daya ke wilayah lain.

Jeju tidak hanya bicara konsep, tetapi sudah membuktikan eksekusinya lewat teknologi yang berjalan. Jika pengalaman Jeju dibawa ke Indonesia, kerja sama energi terbarukan bisa menghasilkan terobosan besar bagi pulau-pulau yang selama ini bergantung pada diesel. Contoh nyata selalu lebih kuat daripada janji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *