Pemkab Mojokerto Kembali Salurkan Insentif untuk Tenaga Pendidik Swasta
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pendidikan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik swasta. Bupati Muhammad Albarraa secara simbolis menyerahkan bantuan hibah insentif total senilai Rp 1.396.500.000,00 kepada 931 Guru dan Pegawai Tetap Yayasan (GTY/PTY) dari jenjang SD dan SMP swasta se-Kabupaten Mojokerto.
Penyerahan insentif tersebut berlangsung dalam acara di Hotel Arayana Trawas pada Kamis (6/11) siang. Bupati Albarraa, yang akrab disapa Gus Barra, menyatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk apresiasi konkret atas peran vital tenaga pendidik swasta dalam mendukung keberhasilan pembangunan pendidikan daerah.
“Keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditopang oleh sekolah negeri, tetapi juga oleh peran besar guru dan pegawai yayasan di sekolah swasta,” tegas Gus Barra.
Penyaluran Insentif yang Lebih Besar dan Berkelanjutan
Alokasi insentif tahun anggaran 2025 ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Insentif kini mencakup dua jenjang pendidikan, SD dan SMP, dengan durasi penyaluran yang lebih lama, yaitu lima bulan (sebelumnya tiga bulan hanya untuk SMP pada 2024).
Rincian penyaluran insentif:
* Jenjang SMP
* Jumlah Penerima: 607 orang (dari 72 lembaga)
* Durasi: 5 bulan
* Anggaran Total: Rp 910.500.000,00
* Jenjang SD
* Jumlah Penerima: 324 orang (dari 35 lembaga)
* Durasi: 5 bulan
* Anggaran Total: Rp 486.000.000,00
* Total
* Jumlah Penerima: 931 orang
* Durasi: 5 bulan
* Anggaran Total: Rp 1.396.500.000,00
Masing-masing penerima mendapatkan insentif sebesar Rp 300.000,00 per bulan. Total anggaran insentif tahun 2024 hanya Rp 477.000.000,00.
Tujuan Program Insentif
Gus Barra menjelaskan bahwa program insentif ini merupakan realisasi dari misi kedua dalam Catur Abhipraya Mubarok, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan sejahtera.
Ia berharap peningkatan kesejahteraan ini dapat menjadi dukungan moral dan motivasi agar para pendidik tetap ikhlas, adaptif, dan inovatif dalam melaksanakan tugas mulia.
“Mari kita jadikan pendidikan sebagai ladang amal dan pengabdian, tempat kita menanam kebaikan yang akan tumbuh menjadi keberkahan bagi banyak orang,” tutupnya.
Keuntungan dan Manfaat bagi Tenaga Pendidik
Program insentif ini memberikan manfaat yang signifikan bagi tenaga pendidik swasta. Selain membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, insentif ini juga memberikan rasa dihargai dan diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini bisa meningkatkan semangat dan kinerja para pendidik dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Dengan peningkatan durasi penyaluran dari tiga bulan menjadi lima bulan, para pendidik memiliki waktu yang lebih panjang untuk merasakan manfaat dari bantuan tersebut. Ini juga menunjukkan komitmen Pemkab Mojokerto dalam memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam proses pendidikan merasa diakui dan didukung.
Kedepannya, Pemkab Mojokerto Berkomitmen
Pemkab Mojokerto berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, baik itu dari sekolah negeri maupun swasta. Dengan adanya program insentif ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Selain itu, program ini juga menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan swasta untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.
Kesimpulan
Program insentif yang diberikan oleh Pemkab Mojokerto kepada tenaga pendidik swasta adalah langkah penting dalam mendukung pembangunan pendidikan daerah. Dengan peningkatan anggaran dan durasi penyaluran, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi para pendidik dan siswa.
Komitmen Pemkab Mojokerto ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Dengan begitu, harapan untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berprestasi dapat tercapai.