Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deli Serdang Menyampaikan Peringatan Keras Terkait Kasus Narkoba di Sekolah
Kasus yang melibatkan seorang pelajar SMA Jaya Krama Beringin yang diduga menggunakan dan mengedarkan ganja di lingkungan sekolahnya sendiri menjadi perhatian serius bagi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deli Serdang. Hal ini menunjukkan bahwa masalah narkoba tidak hanya terjadi di luar lingkungan pendidikan, tetapi juga bisa muncul dari dalam sistem itu sendiri.
Junaidi Malik SH, Ketua LPA Deli Serdang, menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak, khususnya dunia pendidikan dan keluarga. Ia menekankan bahwa kasus seperti ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan bersama.
Faktor Penyebab Utama
Menurut Junaidi, salah satu penyebab utama adalah lemahnya pengawasan di lingkungan sekolah dan keluarga. Hal ini membuat anak kehilangan kontrol dan bimbingan, sehingga mudah terjerumus pada hal-hal negatif seperti narkoba. Selain itu, kurangnya kepedulian sekolah terhadap pembinaan karakter siswa juga memperparah situasi.
“Sekolah seharusnya bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan nilai moral dan sosial,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keteladanan guru dan tenaga pendidik sangat penting karena jika anak melihat perilaku negatif atau sikap cuek dari lingkungannya, mereka akan kehilangan arah panutan.
Pengaruh Sosial dan Pergaulan Bebas
Selain itu, Junaidi juga menyoroti pengaruh tekanan sosial dan pergaulan bebas di kalangan remaja. Anak usia sekolah, katanya, berada pada fase pencarian jati diri dan rentan terpengaruh hal-hal yang dianggap “keren” tanpa memahami risiko hukum dan dampaknya terhadap masa depan.
Langkah Konkret yang Diharapkan
Sebagai langkah konkret, LPA Deli Serdang meminta pihak sekolah tidak hanya memberikan sanksi administratif, tetapi melakukan tindakan terstruktur dan manusiawi. Di antaranya:
- Berkoordinasi dengan BNN, kepolisian, dan Dinas Pendidikan untuk memastikan penanganan hukum dan rehabilitasi dilakukan secara tepat.
- Melakukan asesmen psikologis dan sosial terhadap anak yang terlibat agar pembinaan dilakukan secara tepat sasaran.
- Mengaktifkan program pendidikan karakter dan pencegahan narkoba melalui kerja sama dengan lembaga terkait.
- Meningkatkan komunikasi antara guru, orang tua, dan komite sekolah dalam pengawasan perilaku anak.
- Mempertegas peran guru sebagai teladan moral bagi peserta didik di dalam dan luar sekolah.
Pendekatan yang Harus Dilakukan
Junaidi menegaskan bahwa anak yang terlibat dalam kasus narkoba bukan hanya pelaku, tetapi juga korban dari sistem yang lalai memberi perlindungan dan bimbingan. Oleh karena itu, pendekatannya harus rehabilitatif, bukan semata represif.
Ia menambahkan bahwa sekolah harus kembali menjadi tempat yang aman, bersih, dan menyenangkan bagi anak-anak. Pendidikan karakter dan pengawasan harus diperkuat, sementara para pendidik wajib menjadi contoh nyata dalam perilaku dan etika.
Kesiapan LPA Deli Serdang
LPA Deli Serdang menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan sekolah, aparat penegak hukum, serta dinas terkait dalam memberikan pendampingan, perlindungan, dan kesempatan bagi anak untuk memperbaiki diri. “Melindungi anak adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Junaidi Malik.