27 April 2026
636c8c7f88906.jpeg

Ratusan Guru dan Buruh Berdemo di Jakarta

Ribuan guru dan buruh menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta, pada hari ini, Kamis 30 Oktober 2025. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap revisi Undang-Undang ASN yang dinilai memberatkan peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) hanya bagi mereka yang bekerja di instansi pemerintah.

Koordinator Aksi Nasional Guru Madrasah, Fahru Rizal, menyatakan bahwa peserta aksi berasal dari berbagai daerah seperti Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sulawesi, hingga Papua. Ia menegaskan bahwa guru madrasah swasta juga memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kami keberatan dengan aturan itu. Guru madrasah swasta juga memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.

Dari Pandeglang, sekitar 1.000 guru akan berangkat menggunakan 15 bus dan 50 mobil pribadi. Rombongan massa aksi dari Pandeglang dijadwalkan berangkat pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB, langsung menuju Masjid Istiqlal Jakarta.

“Secara keseluruhan dari Banten akan berangkat sekitar 40 sampai 50 bus, ditambah mobil pribadi. Jika digabungkan, totalnya sekitar 3.000 orang,” jelas Fahru Rizal.

Selain aksi guru, demo buruh juga turut berlangsung. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa aksi ini diikuti ribuan buruh dari Jabodetabek dan daerah industri.

“Lebih dari 5.000 buruh di Jakarta akan berkumpul di JCC Senayan.”

“Namun di seluruh Indonesia, aksi puluhan ribu buruh juga akan berlangsung serempak di kantor-kantor gubernur,” ujarnya.

“Aksi ini juga dilakukan secara serentak di 38 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Said Iqbal memastikan bahwa seluruh aksi akan berjalan tertib. “Mogok nasional ini akan dilakukan secara damai, konstitusional, tanpa kekerasan, dan tanpa tindakan anarkis. Semua buruh akan bertindak disiplin serta bertanggung jawab,” ungkap dia.

Pengamanan Aksi Demo

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, mengatakan bahwa Polri mengerahkan 1.597 personel gabungan untuk pengamanan aksi unjuk rasa tersebut. “Kuat pengamanan wilayah Jakarta Pusat sebanyak 1.597 personel,” ujar Ruslan berdasarkan informasi yang diterima.

Iptu Ruslan mengimbau masyarakat agar menghindari ruas jalan yang menjadi lokasi aksi jika tidak memiliki keperluan mendesak. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

Komentar dan Harapan Peserta Aksi

Para peserta aksi berharap agar pemerintah dapat segera meninjau kembali aturan yang dianggap tidak adil. Mereka menuntut perlakuan yang setara bagi semua guru dan pekerja, baik itu yang bekerja di instansi pemerintah maupun swasta.

Aksi ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan solidaritas antara guru dan buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Dengan jumlah peserta yang besar, aksi ini diharapkan mampu menarik perhatian pemerintah dan menghasilkan solusi yang adil bagi semua pihak.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *