26 April 2026
Viral-Dua-Aksi-Geng-Motor-Dalam-Sehari-di-Kota-Jambi-Warga-Khawatir-karena-Pelaku-Bawa-Sajam.jpg

Peran Psikolog dalam Memahami Fenomena Geng Motor di Kalangan Remaja

Psikolog klinis di Jambi, Dian Syafitrah, menjelaskan bahwa fenomena geng motor perlu dilihat dari sudut pandang psikologis perkembangan remaja. Perilaku remaja yang tergabung dalam kelompok tersebut erat kaitannya dengan krisis identitas. Dalam psikologi, masa remaja adalah tahap di mana seseorang sedang mencari jati diri dan fungsi dirinya di lingkungan sosial.

Ketika hal ini tidak ditemukan, mereka cenderung mencari pengakuan di luar, termasuk lewat kelompok seperti geng motor. Dosen luar biasa psikologi Universitas Jambi itu mengatakan, remaja yang belum menemukan arah identitas, kerap ingin menunjukkan eksistensi dan popularitas di lingkungannya. Mereka bergabung dengan geng motor karena dianggap keren dan menjadi bagian dari kelompok yang mereka anggap ideal.

Namun, hal ini bisa berujung pada perilaku antisosial, seperti tindakan anarkis, tidak menghormati lingkungan, atau bahkan melakukan tindak kriminal. Ada kecenderungan perilaku antisosial, seperti kebohongan, penipuan, eksploitasi teman, hingga pelanggaran hukum. Ini bentuk ekspresi salah arah dari kebutuhan identitas yang belum terbentuk.

Pentingnya Peran Keluarga dalam Pencegahan Perilaku Negatif

Upaya pencegahan tidak bisa dilakukan oleh aparat saja, tetapi harus melibatkan banyak pihak, termasuk keluarga. Yang paling penting adalah fungsi keluarga. Orang tua harus tahu anaknya ke mana, dengan siapa bergaul, dan bagaimana aktivitasnya. Minimnya pengawasan dan ketidakharmonisan keluarga dapat memicu anak mencari pelarian di luar rumah.

Faktor seperti konflik orang tua, ketidakamanan di rumah, hingga kondisi ekonomi bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan mencari tempat lain untuk diterima. Orang tua sebaiknya aktif memantau dan mendampingi anak-anak di masa remaja, karena fase ini merupakan masa transisi dengan pemikiran yang belum matang. Remaja belum sepenuhnya bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Di sinilah pentingnya peran orang tua untuk membersamai mereka.

Layanan Gratis untuk Bantuan Keluarga di Kota Jambi

Di Kota Jambi, terdapat layanan gratis untuk membantu keluarga yang menghadapi permasalahan perilaku anak. Ada Puspaga, Pusat Layanan Keluarga. Di sana ada konselor, psikolog, dan pendamping yang siap membantu tanpa biaya. Melalui layanan tersebut, orang tua bisa berkonsultasi jika anak mulai menunjukkan perilaku membangkang, sulit diatur, atau sering keluar malam.

Tidak ada alasan bagi keluarga untuk diam saja. Pemerintah sudah menyediakan fasilitas, tinggal kemauan untuk memanfaatkannya.

Langkah-Langkah Pencegahan dan Dukungan Sosial

  1. Peningkatan Kesadaran Keluarga

    Orang tua perlu lebih sadar akan kebutuhan emosional dan psikologis anak. Mereka harus memperhatikan pola komunikasi dan interaksi dengan anak agar tidak terjadi kesenjangan yang bisa memicu perilaku negatif.

  2. Partisipasi Aktif dalam Kegiatan Sosial

    Anak-anak perlu diajak berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang positif, seperti olahraga, seni, atau organisasi kepemudaan. Hal ini bisa membantu mereka merasa dihargai dan memiliki tujuan hidup yang jelas.

  3. Kolaborasi dengan Lembaga Profesional

    Keluarga disarankan untuk memanfaatkan layanan profesional seperti konseling psikolog atau bimbingan keluarga. Ini bisa menjadi sarana untuk memahami dan menangani masalah secara tepat.

  4. Penguatan Lingkungan Sekitar

    Komunitas dan masyarakat juga perlu berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan remaja. Edukasi tentang dampak negatif geng motor harus disampaikan secara luas.

  5. Kebijakan Pemerintah yang Mendukung

    Pemerintah perlu meningkatkan program-program yang bertujuan mendorong pertumbuhan remaja secara sehat, seperti pelatihan keterampilan, pendidikan karakter, dan perlindungan hukum bagi anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *