19 April 2026
konferensi-pers-futsal-4nations-150124-aaa-4.jpg

Jakarta – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menekankan pentingnya kemandirian induk organisasi olahraga dalam mencari sumber pendanaan, mengingat adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Ia meminta induk organisasi untuk lebih kreatif dan tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Saya berharap para ketua cabang olahraga bisa menenangkan atletnya. Memberikan solusi yang baik dan punya rencana yang matang ke depan,” ujar Taufik saat mengunjungi Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.

Taufik Hidayat, mantan pebulu tangkis andalan Indonesia, menegaskan bahwa ketergantungan penuh pada pemerintah bukanlah solusi jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa anggaran pemerintah terbatas dan tidak akan mencukupi jika semua cabang olahraga hanya mengandalkan APBN.

“Kita harus realistis. Jika semuanya hanya bergantung pada pemerintah, anggaran tidak akan cukup,” katanya menambahkan.

Anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk tahun 2025 mengalami pemangkasan sebesar Rp1,29 triliun, atau 55,59 persen dari pagu definitif sebelumnya. Pemangkasan ini merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto.

Taufik Hidayat menilai situasi ini harus menjadi momentum bagi cabang olahraga untuk lebih mandiri dan inovatif dalam mencari sumber pendanaan. Ia mencontohkan bulu tangkis sebagai cabang olahraga yang sudah terbiasa dengan kemandirian.

“Jangan hanya nyaman di zona aman. Saat anggaran dipangkas, baru bingung mencari solusi. Ketua organisasi seharusnya sudah punya strategi untuk mencari solusi,” kata Taufik menegaskan.

“Dari dulu, bulu tangkis tetap berjalan baik ada atau tidak ada bantuan pemerintah. Dan tidak mungkin juga kalau tidak berjalan,” kata ujar Taufik.

Ia juga menekankan bahwa pemimpin organisasi olahraga harus proaktif dalam mencari pendanaan.

“Kalau jadi ketua tapi hanya mengandalkan anggaran pemerintah selama empat atau lima tahun menjabat, buat apa jadi ketua?” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *