19 April 2026
AA1Zc3G6.jpg

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Esok Hari

Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi pada hari Selasa, 24 Maret 2026. Sehari sebelumnya, yaitu Senin (23/3/2026), lalu lintas di sejumlah titik jalan tol masih terpantau lancar. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan kendaraan masih berlangsung, meskipun arus mudik telah mulai berkurang.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes. Pol. Marupa Sagala menjelaskan bahwa pergerakan arus kendaraan menunjukkan bahwa arus mudik masih berlangsung hingga Minggu (22/3/2026). Dalam data yang dirilis, sebanyak 2.007.253 kendaraan masih keluar Jakarta atau sekitar 56,9% dari total proyeksi. Sementara itu, arus balik akan mulai terjadi pada hari ini (23/3/2026) dan puncaknya pada esok hari (24/3/2026). Puncak arus balik lanjutan akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026.

Marupa mengajak masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu tertentu. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah.

“Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan WFA, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tol yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengatur perjalanan.

“Manfaatkan juga kebijakan diskon tarif tol pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2026 agar perjalanan lebih efisien dan terhindar dari kepadatan,” ujarnya.

Imbauan untuk Menghindari Waktu Puncak Arus Balik

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi pada 24 Maret 2026. Dengan adanya kebijakan WFA, pemudik diharapkan dapat mengatur waktu kepulangan kembali ke Jakarta sebelum atau setelah 24 Maret 2026 untuk mengurai puncak arus balik.

Khusus untuk angkutan logistik, Aan juga mengimbau seluruh pemilik barang, pemilik kendaraan dan pengemudi agar tetap mematuhi aturan pembatasan angkutan barang yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB).

“Sebagaimana yang ada di dalam SKB, pembatasan angkutan barang pada periode angkutan Lebaran ini berlaku untuk sumbu tiga ke atas, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, serta mobil barang yang mengangkut hasil galian, hasil tambang dan bahan bangunan. Aturan ini berlaku hingga tanggal 29 Maret 2026,” ujarnya.

Kondisi Lalu Lintas Jalan Tol Saat Ini

Sementara itu, berdasarkan pantauan CCTV jalan tol online yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pada pagi hari ini, sejumlah ruas tol yang biasanya menjadi titik padat saat arus mudik dan arus balik terpantau masih lancar.

Jalan Tol Trans Jawa untuk ruas Jakarta Cikampek misalnya arus masih lancar. Begitu juga dengan Semarang Solo dan Surabaya Gempol. Untuk Tol Trans Sumatra pun masih lancar seperti di ruas Bakaheuni Terganggi Besar.

Dengan kondisi lalu lintas yang baik, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan arahan petugas agar perjalanan lebih aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *