Pangalengan, Jawa Barat – Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) terpaksa memulangkan atlet-atlet yang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Pusat Pelatihan Atletik Pangalengan (PPAP) akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. PB PASI kini mencari solusi alternatif untuk keberlangsungan pelatnas.
“Pada 31 Januari 2025 kami dikabarkan bahwa para atlet harus dipulangkan semuanya dengan alasan efisiensi anggaran,” kata Anggota Komisi Humas PB PASI, Singgih Widiyastono, dalam acara pembukaan Running Summit 2025 di Pangalengan, Jawa Barat, Sabtu.
Singgih Widiyastono menjelaskan bahwa sejak November 2024, PB PASI telah mendatangkan hampir 80 atlet dari berbagai daerah untuk menjalani pelatnas sepanjang tahun 2025 sebagai persiapan menghadapi SEA Games dan Asian Games. Namun, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah memaksa mereka untuk memulangkan para atlet.
“Jadi dengan sangat berat yah kami harus menyampaikan semua kepada para atlet,” katanya.
Biaya operasional pelatnas di Pangalengan mencapai Rp1,1 miliar per bulan, sehingga keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.
Di sisi lain, PB PASI bersyukur masih mendapatkan dukungan dari mitra-mitra untuk program pelatihan di Pangalengan. Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan pihak lain yang ingin membantu kemajuan olahraga atletik.
“Kami dengan sangat terbuka akan menyampaikan apa yang sedang kami kerjakan di sini, syukur-syukur ada yang bisa bantu kami ke depannya,” katanya.
PB PASI berharap dapat menemukan solusi alternatif untuk melanjutkan pelatnas dan memastikan persiapan atlet-atlet tetap berjalan optimal.