22 April 2026
1000743830.jpg

Pangalengan, Jawa Barat – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan dukungan penuh terhadap ajang lari Running Summit 2025 yang diselenggarakan oleh Agung Mulyawan Track Club di Pusat Pelatihan Atletik Nasional, Pangalengan, Jawa Barat. Dukungan ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan industri olahraga lari di Indonesia.

“Mudah-mudahan ini bisa diremodifikasi, di-remodeling lebih bagus dan bisa dikembangkan di banyak tempat sehingga bisa mengakselerasi industri olahraga Indonesia,” kata Asisten Deputi Olahraga Masyarakat di Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Suyadi Pawiro, saat mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, dalam acara pembukaan Running Summit 2025 di Pangalengan, Jawa Barat, Sabtu.

Suyadi Pawiro menjelaskan bahwa olahraga lari semakin diminati oleh berbagai lapisan masyarakat. Kemenpora ingin terus mendorong pertumbuhan olahraga lari karena manfaatnya yang besar, baik dari segi kesehatan, prestasi, maupun industri olahraga. Oleh karena itu, dukungan terhadap Running Summit menjadi langkah strategis untuk memajukan olahraga lari di Indonesia.

“Kami dari pemerintah ingin menjadi bagian yang ikut memberikan akselerasi ke depan seperti apa,” katanya.

Kemenpora serius dalam mendorong perkembangan industri olahraga, yang ditunjukkan dengan pembentukan unit kerja khusus, yaitu Deputi Industri Olahraga. Kemenpora akan terus mendukung ajang-ajang lari di berbagai lokasi untuk menumbuhkan geliat industri olahraga dan memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat.

Meskipun dukungan tidak selalu berupa pendanaan karena adanya efisiensi anggaran pemerintah, Kemenpora berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan industri olahraga.

“Tentu tidak selamanya dukungan berupa uang, tetapi bagaimana kami menciptakan tatanan lingkungan yang memungkinkan akselerasi pertumbuhan industri olahraga,” kata Suyadi Pawiro.

Running Summit 2025 akan berlangsung pada Minggu (16/2) di Lapangan Babakan Pangalengan dan diikuti oleh sekitar 300 pelari dari berbagai kalangan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *