27 April 2026
Jualan-yang-Menguntungkan-dengan-Usaha-Toko-Plastik.jpeg

Kenaikan Harga Plastik yang Mengancam Bisnis Toko Jaya 88

Di tengah kota Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Toko Jaya 88 berdiri dengan rak-rak kayu yang penuh dengan tumpukan plastik. Pemilik toko, Doni, sedang merapikan barang dagangannya pada Jumat (10/4/2026). Namun di balik aktivitasnya yang tampak tenang, tersimpan kecemasan terhadap bisnis yang kini mengalami penurunan omzet.

Kenaikan harga plastik yang drastis menjadi penyebab utama permasalahan ini. Doni mengungkapkan bahwa harga plastik terus meningkat setiap hari, bahkan bisa berubah setiap jam. “Harganya naik terus, tiap hari, bahkan tiap jam harganya bisa berubah. Turunnya sih belum pernah kelihatan,” ujarnya.

Lonjakan harga ini disebabkan oleh gangguan pasokan bahan baku global. Konflik di kawasan Timur Tengah memicu penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dan bahan kimia. Akibatnya, pasokan bahan baku plastik menjadi terganggu, sehingga memengaruhi harga di pasar lokal.

Doni menyebutkan bahwa hampir semua jenis plastik di tokonya mengalami kenaikan harga yang signifikan. Mulai dari kantong kresek HD, plastik es batu, hingga jenis PE, kenaikan mencapai angka 60-70 persen. Hal ini berdampak langsung pada omzet toko. “Dampaknya ya omzet menurun. Karena harga jual tinggi, pembeli pun jadi berkurang jauh dibanding sebelumnya,” katanya.

Para pelanggan, yang sebagian besar adalah pedagang kuliner dan UMKM, kini lebih memilih membeli plastik dalam partai kecil. Mereka hanya sanggup membeli secukupnya untuk kebutuhan harian. “Sekarang belinya partai kecil. Kalau partai besar sudah jarang, pengaruh (kenaikan) harga tadi,” ucap Doni.

Untuk menghadapi situasi ini, Doni mengubah cara menjual plastik. Dulu, plastik dijual per ikat, kini dipecah menjadi per bungkus agar harga lebih stabil. “Kalau dulu kan saya jual per ikat, nah sekarang dipecah jadi jual per bungkus. Jadi harga kan agak stabil,” kata Doni.

Meski demikian, keluhan dari pelanggan tetap saja ada. Hampir setiap orang yang datang ke Toko Jaya 88 mengeluhkan harga plastik yang mahal. “Semua, semua pelanggan mengeluh,” ujarnya.

Doni juga tidak berani menyimpan stok plastik terlalu banyak di gudang. “Beli secukupnya, jual secukupnya saja sekarang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Doni berharap adanya bantuan pemerintah untuk menormalkan kembali harga plastik agar beban yang dipikul pedagang dan pembeli tidak terlalu berat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *