28 April 2026
1721860034

Program Budidaya Ayam Petelur di Rutan Kelas IIB Muntok

Rutan Kelas IIB Muntok, Bangka Belitung, kini memiliki inovasi yang menarik dalam memberikan pelatihan kepada warga binaan. Program budidaya ayam petelur menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian para narapidana. Dengan program ini, peserta diberi bekal pengetahuan dan keterampilan yang akan berguna setelah mereka bebas.

  • Pelatihan mencakup berbagai aspek mulai dari manajemen kandang hingga pengendalian penyakit.
  • Peserta juga diajarkan cara membuat pakan ternak secara mandiri.
  • Tujuan utama adalah membentuk wirausaha baru di sektor peternakan.

Program ini dirancang oleh Kepala Rutan Kelas IIB Muntok, Andri Ferly, dengan tujuan menciptakan wirausaha yang mampu berdiri sendiri setelah menjalani masa tahanan. Para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung terlibat dalam mengelola siklus peternakan. Hal ini bertujuan agar mereka bisa memahami seluruh proses produksi secara profesional.

  • Materi pelatihan meliputi persiapan kandang yang higienis dan teknik pemeliharaan unggas.
  • Pelatihan juga menerapkan standar modern dan ramah lingkungan.
  • Peserta diberi pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan ayam dan pemeliharaan kandang.

Andri Ferly menjelaskan bahwa peserta diberikan pengetahuan tentang cara menjaga ternak ayam dari penyakit dan tata cara pemeliharaan. Misalnya, menjaga kondisi kandang yang kering, udara yang cukup, serta pemisahan anak ayam dan ayam dewasa. Selain itu, para WBP juga dibekali keterampilan praktis mengenai pembuatan pakan ternak dan teknik pengendalian penyakit.

  • Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk pembinaan keterampilan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan nasional.
  • Hasil produksi telur digunakan untuk kebutuhan Rutan dan dipasarkan ke masyarakat sebagai bagian dari program pembinaan ekonomi.

Dalam sehari, Rutan mampu memproduksi sekitar 150 hingga 200 butir telur. Hasil produksi tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan Rutan, sekaligus dipasarkan ke masyarakat sebagai bagian dari program pembinaan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian lokal.

Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi, menyampaikan apresiasi terhadap program pembinaan tersebut. Menurutnya, program ayam petelur sangat produktif dan berdampak positif. Ia berharap masyarakat melihat Rutan sebagai tempat yang tidak hanya membina, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi.

Langkah ini merupakan upaya nyata untuk mengikis stigma negatif serta mendorong pemulihan sosial bagi mereka. “Program budidaya ayam negeri ini merupakan langkah yang sangat baik dalam memberikan pembinaan kemandirian kepada warga binaan. Selain membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat, program ini juga mendukung upaya ketahanan pangan,” ujarnya.

Manfaat dan Dampak Program

  • Meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan.
  • Mendukung program ketahanan pangan nasional.
  • Memberikan peluang ekonomi bagi warga binaan pasca-bebas.
  • Membantu mengurangi stigma negatif terhadap Rutan.

Program ini menunjukkan bahwa Rutan bukan hanya tempat penahanan, tetapi juga pusat pembinaan dan pengembangan potensi. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan para warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat dan kemampuan untuk berwirausaha.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *