24 April 2026
64a3e243a59722730d83f00f_Final_Para_logo_horiz-color-2.png

Pertemuan Ulama di Pesantren Lirbooyo untuk Menyelesaikan Polemik Internal NU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengungkapkan bahwa para ulama akan mengadakan pertemuan di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Pertemuan ini direncanakan untuk membahas polemik yang sedang terjadi dalam organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

“Insyaallah nanti akan digelar pertemuan yang lebih luas dengan menghadirkan para kiai sepuh dan unsur-unsur kepemimpinan dalam lingkungan NU, di mana yang jadi tuan rumah adalah Pesantren Lirboyo di Kediri,” ujarnya di Kantor Pusat PBNU, Jakarta Pusat, Minggu 23 November 2025 malam.

Meskipun tanggal pasti dari pertemuan tersebut belum sepenuhnya ditentukan, Yahya menyatakan bahwa kesepakatan antara para kiai telah tercapai. “Segera akan diselenggarakan pertemuan itu. Mudah-mudahan bisa menjadi pembuka jalan keluar dari masalah yang ada sekarang,” katanya.

Yahya menegaskan bahwa sebagai organisasi, NU memiliki sistem aturan atau konstitusi yang jelas. “Jadi pernyataan-pernyataan atau artikulasi-artikulasi, baik lisan maupun tertulis dari siapapun, itu semuanya harus diukur dengan aturan-aturan dan regulasi yang ada dalam sistem konstitusi organisasi,” ujar dia.

Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 50 orang kiai dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatra Utara. Dalam silaturahim tersebut, para alim ulama menyampaikan penyesalan atas apa yang terjadi dalam rapat harian Syuriah beserta hasil risalahnya yang mendesak Yahya mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU.

“Semuanya menghendaki agar segala sesuatu yang jadi masalah dalam organisasi dikembalikan kepada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan dikembalikan kepada sistem aturan yang ada. Walaupun ada kekurangan-kekurangan, ganjalan-ganjalan harus diselesaikan bersama tanpa mengembangkan konflik di antara jajaran kepemimpinan yang ada,” jelas Yahya.

Risalah rapat harian Syuriah PBNU ramai beredar dan menjadi perbincangan warganet di media sosial. Risalah tersebut berisi keputusan Rais Aam dan Wakil Rais Aam PBNU yang meminta Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU.

Rapat Harian Syuriah tersebut digelar di Jakarta, Kamis (20/11), yang diikuti 37 dari 53 orang pengurus harian syuriah PBNU. Risalah rapat itu ditandatangani oleh pimpinan rapat sekaligus Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Yahya mengklarifikasi bahwa hingga kini dirinya belum menerima surat resmi dalam bentuk apa pun terkait isu-isu internal yang beredar. Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas organisasi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf juga menyerukan seluruh pengurus NU di semua tingkatan mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU hingga Ranting NU tetap tenang dan menjaga suasana tetap kondusif menyikapi dinamika yang sedang terjadi di internal organisasi tersebut.

Peran Pesantren Lirboyo dalam Persoalan Internal NU

Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, akan menjadi tempat pertemuan utama para ulama untuk membahas masalah internal NU. Pesantren ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat pendidikan dan pengembangan nilai-nilai Islam yang kuat. Dengan lokasi strategis dan reputasi yang baik, pesantren ini dipilih sebagai tempat yang netral dan aman untuk melangsungkan dialog antar pemangku kepentingan.

  • Pesantren Lirboyo dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang paling berpengaruh di Jawa Timur.
  • Lokasinya yang jauh dari pusat kota membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk diskusi yang tidak terganggu oleh media atau pihak luar.
  • Para kiai senior dan tokoh-tokoh NU akan berkumpul di sini untuk mencari solusi yang dapat diterima oleh seluruh pihak.

Isu Internal NU yang Menghebohkan

Isu tentang perpecahan dalam organisasi NU telah menjadi topik hangat di kalangan pengurus dan anggota. Terutama setelah adanya risalah dari rapat harian Syuriah yang menuntut Yahya Cholil Staquf mundur dari jabatannya.

  • Risalah tersebut menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan atau tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan AD/ART NU.
  • Beberapa pengurus harian Syuriah menilai bahwa ada pelanggaran terhadap aturan organisasi yang harus segera diperbaiki.
  • Namun, banyak pihak masih percaya bahwa masalah ini dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

Langkah yang Diambil Oleh PBNU

PBNU telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi situasi yang sedang berlangsung. Salah satunya adalah dengan mengajak seluruh pengurus untuk tetap tenang dan menjaga stabilitas organisasi.

  • PBNU menekankan pentingnya menjaga harmoni dan persatuan dalam organisasi.
  • Seluruh pengurus diharapkan tidak terpicu oleh isu-isu yang belum tentu benar.
  • Komunikasi yang terbuka dan transparan sangat diperlukan untuk menghindari misinformasi.

Masa Depan NU

Dengan adanya pertemuan besar yang akan diadakan di Pesantren Lirboyo, diharapkan NU dapat kembali memperkuat komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar organisasi. Selain itu, proses demokratisasi dan partisipasi aktif dari seluruh anggota akan menjadi kunci keberhasilan organisasi dalam menghadapi tantangan masa depan.

  • Keberagaman pendapat dan suara harus dihargai dalam proses pengambilan keputusan.
  • Setiap anggota NU harus merasa memiliki peran penting dalam membangun organisasi.
  • Dengan kerja sama dan komitmen bersama, NU dapat tetap menjadi organisasi yang stabil dan berpengaruh di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *