IHSG Membuka Pagi Ini di Zona Hijau
Pada pagi ini, Kamis (23/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau. Beberapa saham unggulan seperti BDMN, BULL, dan BUMI juga mengalami kenaikan pada sesi perdagangan awal hari ini.
Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka dengan kenaikan ke posisi 7.576,92. IHSG sempat bergerak dalam rentang 7.563 hingga 7.582 segera setelah pembukaan.
Dari total saham yang diperdagangkan, tercatat 330 saham menguat, 107 saham melemah, dan 227 saham bergerak stabil. Kapitalisasi pasar saat itu mencapai Rp13.559 triliun.
Saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) menjadi salah satu saham yang naik pada pagi ini. Harganya meningkat sebesar 19,48% ke level Rp4.600 per saham. Sementara itu, saham PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) juga mengalami kenaikan sebesar 2,59% ke level Rp595 per saham.
Selain itu, beberapa saham lain yang juga menguat di zona hijau antara lain:
* Saham BUMI yang naik 0,83% ke level Rp242
* Saham BRPT yang naik 0,88% ke level Rp2.280
* Saham BUVA yang menguat 1,1% ke level Rp1.375
Sentimen dari BI dan Pasar Global
Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa sentimen positif berasal dari Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 4,75%. Deposit Facility rate tetap di 3,75%, sedangkan lending facility rate tetap di 5,5%.
Keputusan ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang cenderung melemah akibat ketidakpastian global. BI memprediksi inflasi akan tetap berada dalam kisaran target 2026–2027 sebesar 2,5% kurang lebih 1%. Selain itu, BI masih mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9%–5,7% untuk tahun 2026.
Di sisi global, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan adanya lebih banyak pembicaraan damai. Investor mulai beralih perhatian dari konflik Timur Tengah dan fokus pada musim laporan keuangan kuartal I/2026. Para investor menantikan rilis laporan keuangan dari emiten-emiten Big Tech.
Presiden Trump menyatakan bahwa perundingan mungkin dapat dilakukan paling cepat hari Jumat. Namun, media pemerintah Iran mengatakan bahwa mereka belum memutuskan untuk bergabung dalam putaran perundingan baru dengan AS. Iran juga belum mengumumkan posisi resmi tentang perpanjangan gencatan senjata.
Presiden Iran menegaskan bahwa pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman adalah hambatan utama untuk negosiasi yang tulus. Ketidakjelasan mengenai kapan negosiasi akan dilakukan dan sampai batas kapan gencatan senjata akan berlaku memperpanjang ketidakpastian pasar.
Disclaimer
Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Dewa News tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.