22 April 2026
AA215hUE.jpg

Agenda Tahunan Industri Sawit: Andalas Forum VI Tahun 2026

Andalas Forum VI Tahun 2026, sebuah agenda tahunan industri sawit, resmi dimulai pada tanggal 16–17 April 2026 di Hotel Aryaduta Palembang, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Forum ini diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) se-Sumatera dan melibatkan peserta dari berbagai wilayah seperti Sumatra Selatan, Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, serta Bangka Belitung.

Tema yang diusung dalam forum kali ini adalah “Sawit Indonesia: Sinergi untuk Tata Kelola, Pertumbuhan Ekonomi dan Berkelanjutan”. Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyatakan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan kondisi industri sawit saat ini yang menghadapi tuntutan tata kelola yang terus berkembang. Ia menekankan bahwa tuntutan tersebut harus dihadapi dengan bijak agar tidak menjadi boomerang bagi keberlanjutan industri sawit.

Menurut Eddy, industri sawit selama ini telah menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai sumber pendapatan masyarakat dan tenaga kerja, industri ini juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta sumber utama devisa negara. Pada 2022, devisa ekspor dari industri kelapa sawit mencapai US$39 miliar, yang turut mendorong surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$56 miliar. Sementara itu, pada 2025, perolehan devisa ekspor sawit kembali meningkat menjadi US$35,9 miliar setelah mengalami dinamika pada 2023 dan 2024.

Eddy menilai bahwa sinergi antara pelaku industri sawit dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan industri sawit yang berkelanjutan, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045. Ia yakin bahwa dengan pengalaman yang berhasil melampaui berbagai krisis, termasuk krisis Covid dan dampak perang teluk, industri sawit akan memberikan peranan penting bagi Indonesia di masa depan.

Tantangan Industri Sawit

Eddy juga memaparkan beberapa tantangan strategis yang masih dihadapi industri sawit. Pertama, peningkatan produksi dan produktivitas harus menjadi prioritas utama melalui peremajaan tanaman serta penerapan good agricultural practice (GAP) dan good manufacturing practices (GMP).

Kedua, terkait kepastian hukum dan kepastian berusaha, penyelesaian persoalan perkebunan sawit yang masuk dalam kawasan hutan dinilai masih belum tuntas. Eddy berharap dengan keluarnya Perpres 5 Tahun 2025 serta dibentuknya Satgas Penertiban Kawasan Hutan, permasalahan tersebut dapat segera dituntaskan untuk kepastian berusaha dan keberlanjutan investasi industri sawit.

Ketiga, gejolak ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah yang belum berakhir turut berdampak pada industri sawit, terutama terhadap kenaikan biaya produksi seperti BBM dan pupuk.

Keempat, tantangan hilirisasi dan peningkatan daya saing juga menjadi perhatian utama. Pemerintah telah menetapkan kebijakan hilirisasi bioenergi melalui penerapan B50 mulai 1 Juli 2026, yang diperkirakan akan memengaruhi permintaan CPO dan berpotensi mengurangi ketersediaan CPO untuk ekspor. Untuk itu, produksi harus dapat ditingkatkan terutama melalui peremajaan tanaman khususnya melalui Program PSR dengan menggunakan klon-klon unggul serta menerapkan GAP dan GMP.

Diskusi Komprehensif tentang Masa Depan Sawit

Sementara itu, Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto menambahkan bahwa pelaksanaan Andalas Forum VI di Palembang menjadi ruang diskusi yang komprehensif untuk menyalurkan berbagai ide mengenai masa depan industri sawit. Tema sinergi tata kelola, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan menjadi fokus utama dalam diskusi.

Alex menegaskan bahwa GAPKI akan terus menyelaraskan langkah dengan kebijakan pemerintah. Ia menekankan bahwa regulasi pemerintah harus ditaati, diikuti, dan dijalankan.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Herman Deru berharap Andalas Forum VI Tahun 2026 dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan industri sawit. Ia berharap ada produk rekomendasi yang dihasilkan dan bermanfaat, baik itu untuk petani sawit perkebunan maupun pihak lainnya.

Melalui forum ini, diharapkan industri sawit semakin memperkuat perannya sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di Sumsel.

Kegiatan yang Meriah

Andalas Forum VI terdiri atas rangkaian seminar strategis yang dirancang untuk menjawab berbagai isu krusial industri sawit, baik di tingkat nasional maupun global. Selain itu, kegiatan ini juga diramaikan oleh 48 stand pameran serta 44 exhibitor, yang menampilkan berbagai inovasi serta dukungan terhadap perkembangan industri kelapa sawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *