Inisiatif Pemkab Jembrana dalam Meningkatkan Kualitas SDM
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, resmi meluncurkan dua program unggulan yang bertujuan untuk memacu akselerasi kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut. Dua program tersebut adalah 1 Keluarga 1 Sarjana dan Bali Go Global. Peluncuran ini dilakukan pada hari Rabu (15/4), sebagai langkah strategis untuk menatap masa depan yang lebih cerah.
Program 1 Keluarga 1 Sarjana menjadi salah satu inisiatif utama dalam upaya pemerintah daerah untuk memberikan akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu. Program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi jembatan emas yang membuka peluang bagi anak-anak Jembrana untuk meraih gelar sarjana.
Beberapa biaya pendidikan seperti biaya pendaftaran, uang pangkal, hingga SPP selama delapan semester sepenuhnya digratiskan. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan subsidi biaya hidup bulanan. Besarnya beasiswa tergantung pada wilayah tempat perguruan tinggi berada. Untuk wilayah Denpasar dan Badung, besarnya beasiswa mencapai Rp1,4 juta per bulan. Sementara untuk Buleleng dan Karangasem, besarnya beasiswa sebesar Rp1,2 juta, dan untuk mahasiswa Universitas Terbuka sebesar Rp750 ribu.
Seleksi program ini dilakukan secara ketat dan tepat sasaran. Pemkab Jembrana mempertimbangkan rekomendasi dari desa adat serta indikator ekonomi seperti penggunaan listrik antara 450 hingga 900 VA. Hal ini dilakukan agar program dapat mencapai sasaran yang tepat dan efektif.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 28 perguruan tinggi di Bali telah siap menjadi mitra dalam menjalankan program ini. Target yang ditetapkan adalah sebanyak 1.450 mahasiswa dapat terserap dalam program ini. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap keluarga kurang mampu memiliki minimal satu sarjana, sehingga meningkatkan taraf hidup dan kualitas SDM secara keseluruhan.
“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan lagi penghalang bagi anak-anak Jembrana untuk menyandang gelar sarjana,” ujar Bupati Kembang Hartawan.
Bali Go Global: Persiapan Generasi Muda Menuju Pasar Kerja Internasional
Selain program 1 Keluarga 1 Sarjana, Pemkab Jembrana juga memperkenalkan inisiatif Bali Go Global. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda melalui pendidikan vokasi dan pelatihan yang mampu menembus pasar kerja internasional.
Dengan target sebanyak 1.450 mahasiswa yang terserap di seluruh Bali, Jembrana siap bertransformasi menjadi pusat SDM yang kompetitif secara global. Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya urusan bangku sekolah, tetapi juga kunci pembuka pintu kesejahteraan keluarga.
“Hari ini kita bicara soal masa depan. Bukan hanya masa depan anak-anak, tetapi masa depan seluruh keluarga. Jika Provinsi Bali punya program 1 KK 1 Sarjana, maka di Jembrana kami mengobarkan semangat yang sama: 1 KK 1 Perguruan Tinggi,” kata Bupati Kembang.
Ia menyadari bahwa persaingan global kini tak lagi berkompromi. Baginya, pendidikan adalah faktor pembeda. “Memang ada yang sukses tanpa kuliah, tetapi peluang untuk menang di masa depan jauh lebih besar bagi mereka yang memiliki bekal pendidikan tinggi,” ucapnya.
Upaya Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pendidikan
Program ini juga merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan. Dengan adanya satu sarjana dalam keluarga, diharapkan mampu membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan kesejahteraan keluarga tersebut.
“Kalau dahulu orang tua kita berjuang dengan tenaga, sekarang anak-anak harus berjuang dengan ilmu,” imbuhnya.
Bali Go Global diperkenalkan sebagai jawaban atas tantangan pasar kerja internasional, di mana pemuda Jembrana didorong untuk menguasai keterampilan vokasi dan sertifikasi global. “Pemerintah sudah membuka jalan dan menyiapkan infrastrukturnya. Kini tinggal bagaimana masyarakat, terutama orang tua, memotivasi anak-anaknya untuk berani bermimpi besar,” tuturnya.