19 April 2026
AA20Weet.jpg

Perpisahan Siswa di Riau Dijalankan Secara Sederhana dan Bermakna

Di Provinsi Riau, sejumlah sekolah mulai menunjukkan cara pelaksanaan perpisahan siswa yang sederhana namun tetap penuh makna. Salah satu contohnya adalah SMA Plus yang menggelar kegiatan perpisahan dalam lingkungan sekolah dengan suasana khidmat.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Riau kembali memberi peringatan kepada seluruh SMA/SMK negeri dan SLB agar tidak menyelenggarakan acara perpisahan secara mewah, terutama di hotel. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi ekonomi orang tua dan memastikan tidak ada beban biaya tambahan yang berlebihan.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mendorong efisiensi dalam penggunaan dana. Ia menegaskan bahwa meskipun kegiatan perpisahan diperbolehkan, lebih baik diselenggarakan secara sederhana di lingkungan sekolah.

“Di tengah kondisi ekonomi saat ini, kita juga sedang mendorong efisiensi. Jadi sebaiknya hindari kegiatan perpisahan yang berlebihan. Bukan dilarang, silakan tetap dilaksanakan, tapi cukup sederhana di sekolah, yang penting maknanya tetap ada,” ujarnya.

Menurut Erisman, Disdik Riau sering menerima keluhan dari orang tua terkait iuran perpisahan, terutama jika kegiatan digelar di hotel dengan berbagai kebutuhan tambahan. Ia menilai bahwa pelaksanaan perpisahan di lingkungan sekolah justru memiliki nilai emosional yang lebih kuat bagi siswa.

“Perpisahan di sekolah bisa lebih terasa kebersamaannya dan tetap sakral tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” jelasnya.

Erisman juga memberikan contoh kegiatan perpisahan di SMA Plus yang digelar di halaman sekolah dan berlangsung tertib serta penuh makna. Ia mengatakan bahwa suasana perpisahan tersebut sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain.

“Kemarin saya sempat hadir di SMA Plus, perpisahannya dilakukan di halaman sekolah. Suasananya sangat baik, tertib, dan tetap terasa sakral. Ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan di hotel cenderung memicu biaya tinggi, mulai dari sewa tempat, konsumsi, hingga dekorasi yang akhirnya dibebankan kepada orang tua. Menurutnya, banyak orang tua merasa keberatan, tetapi tidak menyampaikan secara terbuka karena takut terjadi polemik dengan pihak sekolah.

Disdik Riau menilai bahwa konsep perpisahan sederhana tidak hanya mengurangi beban biaya, tetapi juga dapat membentuk karakter siswa agar tidak terbiasa dengan gaya hidup berlebihan. Untuk itu, pihaknya berharap seluruh kepala sekolah, komite, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dapat mendukung kebijakan tersebut.

“Jangan sampai kegiatan tambahan seperti perpisahan justru menjadi beban bagi orang tua siswa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *